oleh

Akibat Angin Kencang,13 Rumah di Balaroa Rusak

Truestory – Sebanyak 13 rumah di pemukiman Kelurahan Balaroa,kecamatan Palu Barat mengalami kerusakan akibat terpaan angin kencang, Rabu pagi (15/2/2/2023).

Dalam bencana alam kali ini,tidak ada korban jiwa.Sementara itu, dari pantauan media ini di lokasi, sekitar empat hunian sementara( Huntara) sisa pasca bencana alam 2018 silam juga mengalami rusak parah.

Selain itu Dinas Kesehatan,Pamalang Merah Indonesia (PMI), Dinas Sosial dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah(BPBD) kota Palu langsung terjun ke lokasi mengantarkan bantuan dan melakukan pendataan rumah rusak.

Dari keterangan Kepala seksi pemerintahan Kelurahan Balaroa Emil Melvin, sampai dengan saat ini baru ada 13 warga yang melapor kerusakan rumah.

“Sampai saat ini ada 13 warga yang melapor ke pihak Kelurahan Balaroa. Awalnya 11 rumah, namun hingga pukul 10.00 WITA bertambah menjadi 13 rumah,jadi untuk sementara kami mendata dengan jumlah tersebut,” terang Melvin.

Sedangkan dari pengakuan Anhar Dodi salah seorang warga yang menjadi korban, kejadian angin kencang itu terjadi sekitar pukul 5.40 WITA.

” kejadiannya begitu cepat, sekitar kurang lebih 20 menit usai warga sekitar melakukan sholat subuh, ” ungkapnya.

Dia mengatakan, alhamdulillah dalam kejadian ini tidak ada korban jiwa dari pihak keluarganya,namun atap bumbungan rumah mengalami rusak parah.

” Alhamdulillah yang kami bisa selamatkan hanya televisi, selebihnya hancur.Ini sudah musibah, mau di apa. Kami tidak berharap bantuan lebih,tapi kalau bisa untuk sementara ya bantuan terpal untuk dipasang pengganti atap sementara, ” katanya.

Dia mengatakan, ini kejadian pertama kali di Balaroa, sebelumnya pernah terjadi tetapi tidak di rumah warga sekitar melainkan di bagian atas kaki gunung Gawalise yang terdapat Huntap.

Mirisnya di balik kejadian bencana alam kali ini, ada warga yang memiliki seorang bayi nyaris tertimpa reruntuhan atap huntara.

Menurut pengakuan Herman yang juga menjadi korban dalam bencana kali ini, saat kejadian dirinya bersama anak istri tengah berada dalam rumah, tiba – tiba langsung terdengar angin kencang yang datang menerpa atap rumah dan dinding juga langsung roboh.

Dia menuturkan, memang sejak hari Selasa (14/2/2023) angin sudah kencang di bagian Balaroa.Tapi itu kejadian biasa, tidak ada tanda alam yang mengkhawatirkan.

“saat itu habis sholat subuh,awalnya hujan lebat sekitar 30 menit,setelah itu langsung redah, tiba- tiba langsung terdengar gemuruh.Habis itu, sekilas angin kencang hantam rumahku, untung saat itu saya belum beraktivitas langsung saya peluk dan selamatkan keluargaku, ” akunya.

Tambahkannya,untuk sekitaran Balaroa sini masih ada kurang lebih emoat Huntara yang ditempati warga.

Herman diketahui menempai Huntara Balaroa ini sejak,pasca bencana alam 2018 silam.Dirinya tidak mendapatkan Hunian Tetap( Huntap) karena kala itu dia masih menumpang bersama orang tuanya.

Akibat terpaan angin kencang yang menimpa sekitaran pemukiman Kelurahan Balaroa ini, setidaknya ada empat Huntara yang terdampak angin kencang.

Sampai dengan berita ini di tayangkan,masih terpantau pihak Kelurahan Balaroa di bantu BPBD kota Palu, Dinas Sosial dan warga sekitar masih terus melakukan gotong royong di sejumlah rumah warga untuk membersihkan puing – puing.

 

 

 

 

Berikan Komentar Anda

Story