,.id – Pemerintah Kota mempercepat langkah penanganan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak dengan melaksanakan Outbreak Response Immunization (ORI) Campak tahun 2026 yang menyasar anak usia dini.

Program ini menjadi bagian dari upaya terkoordinasi untuk menekan penyebaran kasus campak yang mengalami peningkatan dalam dua tahun terakhir, baik secara nasional maupun di . Pelaksanaan ORI mengacu pada Surat Edaran Wali Nomor 100.3.4.3/11/DINKES/2026 tertanggal 31 Maret 2026.

Dalam edaran tersebut ditegaskan pentingnya langkah komprehensif guna mencegah perluasan penularan serta menekan angka kesakitan dan kematian akibat campak. Diketahui, peningkatan kasus penyakit ini terjadi di sekitar 100 kabupaten/kota sepanjang 2025 hingga 2026.

Sebagai tindak lanjut kebijakan pemerintah pusat melalui Kementerian Kesehatan, memberikan satu dosis tambahan campak kepada anak usia 9 hingga 59 bulan, tanpa mempertimbangkan status imunisasi sebelumnya. Program ini berlangsung mulai 30 Maret hingga 11 April 2026 di sejumlah fasilitas pelayanan kesehatan.

Pelaksanaan ORI Campak di Kota Palu mendapat respons positif dari masyarakat. Salah satunya Siti Masyita, warga Kelurahan Talise, yang membawa dua anaknya untuk mengikuti imunisasi di puskesmas setempat.

Menurutnya, imunisasi sangat penting untuk menjaga kesehatan anak, terutama di tengah kondisi KLB campak. Ia menilai langkah pemerintah memberikan tambahan merupakan upaya tepat dalam melindungi anak-anak dari risiko penyakit.

Pemerintah Kota Palu mengimbau para orang tua untuk memanfaatkan layanan ini agar anak memperoleh perlindungan optimal. Upaya tersebut diharapkan mampu memutus rantai penularan serta menciptakan generasi yang sehat.