,.id – Transformasi industri dalam satu dekade terakhir turut mendorong perubahan signifikan di dunia pendidikan. Kawasan Industrial Park (IMIP) kini tampil sebagai pusat integrasi antara industri, inovasi, dan pengembangan sumber daya manusia (SDM) yang berdaya saing global.

Hilirisasi industri tidak hanya menghadirkan nilai tambah ekonomi, tetapi juga mengubah pandang pendidikan terhadap pembelajaran teknologi. IMIP bahkan berkembang menjadi “laboratorium hidup” yang mempertemukan teori dengan praktik nyata di lapangan.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menghadirkan program magang dosen di lingkungan industri. Program ini bertujuan menjembatani kesenjangan antara dunia kampus dan kebutuhan industri yang terus berkembang.

Akademisi Politeknik ATI Makassar, Dr. Idi Amin, menilai program tersebut sejalan dengan kebijakan Link and Match Pendidikan Vokasi Industri.

Menurutnya, keterlibatan langsung dosen di lapangan mampu mengubah metode pembelajaran menjadi lebih kontekstual dan aplikatif.

“Pengetahuan dari industri diterjemahkan kembali ke dalam pembelajaran berbasis studi kasus dan simulasi proses. Teori tidak lagi berdiri sendiri, tetapi terhubung langsung dengan problem industri,” jelas Idi Amin, Senin (13/4/2026).

Ia menambahkan, kolaborasi ini mencerminkan konsep Triple Helix Innovation yang mengintegrasikan peran universitas, industri, dan pemerintah dalam mendorong inovasi.

Sementara itu, HR Operation Head PT IMIP, Trisno Wasito, menyebut program magang dosen sebagai investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas SDM.

Menurutnya, kolaborasi ini memberikan pemahaman menyeluruh mulai dari hilirisasi nikel, teknologi pemurnian, hingga manajemen lingkungan dan keselamatan kerja.

“Integrasi industri dan pendidikan bukan lagi pilihan, melainkan keharusan strategis untuk menghadapi tantangan industri masa depan,” tegasnya.