PALU, TRUE STORY – Jelang pemungutan suara Pemilihan Umum (Pemilu) pada 14 Februari nanti, para peserta pemilu harus melewati hari tenang atau masa tenang.

Di Masa tenang seluruh peserta pemilu dilarang untuk melakukan aktivitas kampanye. larangan itu telah diatur oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) termasuk mengatur penertiban seluruh atribut kampanye, baik poster ataupun baliho harus tertib di masa tenang.

Ada hal yang patut dicontoh dari salah satu Calon Anggota Legeslatif (Caleg) di Kota Palu, Sulawesi Tengah. Dialah Fikry, jadi Caleg maju dari Daerah Pemilihan (Dapil) Palu Timur – Mantikulore.

Menunjukkan contoh yang baik dengan mematuhi aturan terkait atribut kampanye. Dalam sebuah aksi yang patut diapresiasi, Caleg nomor urut 10 dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu secara mandiri menertibkan dan mengatur ulang atribut kampanye miliknya di sejumlah tempat strategis di wilayah yang menjadi basis dukungan politiknya.

Tindakan ini merupakan bagian dari komitmen ia dan timnya untuk menjalankan proses kampanye secara etis dan bertanggung jawab.

Dengan mengatur ulang atribut kampanye yang sebelumnya tersebar tidak teratur, mereka berharap dapat memberikan contoh yang baik bagi caleg lainnya serta memperkuat hubungan baik dengan masyarakat.

Dalam wawancara singkat, Caleg Fikry menyatakan bahwa tindakan ini adalah bentuk kepatuhan mereka terhadap regulasi yang berlaku serta penghargaan terhadap kebersihan dan ketertiban lingkungan Kota, khususnya wilayah Kecamatan Palu Timur dan Mantikolore.

“Kami sadar akan pentingnya menjaga ketertiban dan kebersihan lingkungan saat menjalankan kampanye. Hal ini bukan hanya kewajiban hukum, tetapi juga tanggung jawab moral kami sebagai calon wakil rakyat,” ujar Caleg Fikry.