oleh

Mengenal Sosok Jefri Tolokende, dari Cerita Masa Kecil Hingga Jabat Kacabjari Morowali Utara

MENGENAL lebih dekat dengan . Jabatannya kepala Kejaksaan Negeri Cabang () . Tahun 2024 ini usianya 36 tahun. Diusia yang masih tergolong muda ini, Jefri sudah berkeliling Indonesia Timur dan Tengah dalam pengabdiannya di lembaga penegakkan hukum Kejaksaan. Dalam pengabdiannya selamasepuluh tahun, Jefri akhirnya kembali ke kampung halaman sebagai .

“Orangtua saya aslinya dari dan berdomisili di Bahodopi. Waktu kecil saya selalu bola bale ke Kolonodale naik truk datang ba beli bahan bakar minyak untuk keperluan usaha orangtua. Jadi kalau Kolonodale dulu, te ada yang saya te bafal depe seluk beluk,” kata Jefri saat silaturahmi dengan awak media dan organisasi pers Morowali Utara, minggu kedua Januari di Aula Kejaksaan Negeri Cabang Morowali Utara.

Berawal dari Calon Jaksa pada Cabjari Sangihe di Siau 2014 – 2016, lalu menjadi Jaksa Fungsional pada Kejaksaan Negeri Morotai 2016 – 2018, Kasubsi Penyidikan pada Seksi Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Negeri Morotai 2018 – 2020, Kepala Seksi Perdata Dan Tata Usaha Negara Kejaksaan Negeri Morotai 2020 – 2021, Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Banggai 2021 – 2023, Kacabjari Morowali di Kolonodale 2023 – sekarang.

Satu hal menarik dari diskusi bersama awak media sore hingga lewat maghrib adalah kepedulian Jefri terhadap pengguna narkoba di Morowali Utara. Meski tidak dapat mengingat dengan jelas jumlah kasus yang terjadi, tapi Jefri memastikan kalau pengguna narkoba di Morowali Utara memprihatinkan.

“Di Luwuk, misalnya dari 300 kasus kasus, sepertiganya adalah kasus Narkoba, dan kebanyakan yang kami tangani berasal dari Morowali Utara. Bayangkan itu, bagaimana saya tidak mau prihatin,” jelas Jefri.
Jefri bahkan telah memikirkan sebuah langkah yang meski mungkin doanggap terlalu jauh namun dirinya bertekad untuk mewujudkannya.

“Saya belum bisa bicara terlalu banyak soal ini karena perlu diskusi dengan pak bupati dan beberapa instansi lainnya. Minta maaf nanti saya jelaskan sama teman teman setelah saya bertemu dengan mereka,”katanya.

Saat ini lanjut Jefri, fokus lembaga penegak hukum yang dipimpinnya pada sejumlah kasus yang harus segera diselesaikan agar tidak melewati batas waktu yang bisa membuat seorang tersangka bebas karena lewatnya waktu pemeriksaan.

“Teman teman media tentu saja menjadi baguan penting bagi kami sebagai mitra. Apalagi saya sendiri sejak masih kuliah adalah aktivis HMI yang tau betul bagaimana peran media dan awak pers dalam sebuah pergerakan,” tegas Jefri.

Karena itu Jefri tidak segan segan membuka diri untuk berkomunikasi langsung dengan awak media lewat kemajuan tehnologi saat ini. “Kalau tidak bisa ketemu langsung kan ada caranya kita berkomunikasi,” ujarnya diakhir pertemuan yang berlangsung selama kurang lebih satu setengah jam.

Berikan Komentar Anda

Story