oleh

Seluruh Fraksi di DPRD Palu Setujui Tiga Ranperda

Truestory- Dewan Perwakilan Rakyat Daerah menggelar rapat paripurna tentang penjelasan Wali Kota Palu terkait dengan tiga rancangan peraturan daerah (Raperda). Tiga Raperda tersebut diantaranya tentang penyelenggaraan perizinan berusaha, Ranperda tentang perubahan kedua atas peraturan daerah nomor 10 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah, dan Ranperda rencana induk pembangunan kepariwisataan tahun 2022-2037.

Wali Kota yang diwakili Irmawati Pettalolo menjelaskan Raperda tentang penyelenggaraan perizinan berusaha berlandaskan kepada Undang-undang cipta kerja, peraturan pemerintah tentang perizinan berusaha di daerah, peraturan pemerintah tentang kemudahan, perlindungan, dan pemberdayaan koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah, peraturan pemerintah tentang pajak daerah dan retribusi daerah dalam rangka mendukung kemudahan berusaha dan layanan daerah, serta peraturan pemerintah tentang penataan ruang.

Irmawati menyampaikan, penyelenggaraan perizinan berusaha dan penanaman modal di daerah mempunyai sasaran antara lain, meningkatkan pertumbuhan ekonomi daerah, menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pembangunan ekonomi berkelanjutan dan berwawasan lingkungan, meningkatkan kemampuan daya saing dunia usaha daerah, meningkatkan kapasitas dan kemampuan teknologi daerah, mendorong pengembangan ekonomi kerakyatan, mengelola ekonomi potensial menjadi kekuatan ekonomi riil dengan menggunakan dana yang berasal baik dari dalam negeri maupun luar negeri, dan meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Kemudian, Raperda tentang perubahan kedua atas peraturan daerah nomor 10 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah, didasari adanya kebijakan pemerintah pusat yang mengharuskan adanya penyesuaian terhadap beberapa perangkat daerah yang dibentuk berdasarkan Peraturan daerah (Perda) Nomor 10 tahun 2016 tentang pembentukan dan susunan perangkat daerah sebagaimana telah diubah dengan peraturan daerah Kota Palu Nomor 8 tahun 2017. Perangkat daerah yang berimplikasi terhadap kebijakan pemerintah pusat dimaksud adalah, badan kesatuan bangsa dan politik daerah, badan penelitian dan pengembangan, dan administrator Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Palu.

“Arah pengaturan Ranperda ini adalah terselenggaranya pelaksanaan perangkat daerah Kota Palu sesuai tuntutan kondisi Kota Palu dan peraturan perundang-undangan pemerintah pusat. Sehingga dapat mendukung terwujudnya tujuan pembangunan di Kota Palu,” terangnya.

Rapat yang dilanjutkan dengan tanggapan Fraksi di DPRD Kota Palu, menyatakan menyetujui tiga Rancangan peraturan daerah (Raperda) untuk dibahas di tingkat selanjutnya. Pandangan fraksi itu disampaikan oleh masing-masing juru bicara fraksi dalam Rapat Paripurna, dengan agenda Pandangan umum fraksi terhadap Tiga Raperda.
Seperti tanggapan dari Fraksi PKB melalui juru bicaranya H. Nasir Dg Gani menyampaikan menyambut gembira Raperda itu, sekaligus memberikan apresiasi kepada Pemerintah Kota Palu yang menginisiasinya. Dalam konteks pembangunan dan kemajuan pariwisata Kota Palu, Fraksi PKB mendukung penuh atas rancangan peraturan daerah ini, tentu melihat potensi destinasi pariwisata yang ada. Dengan harapan, dapat mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan sekaligus membuka lapangan kerja yang baru.

“Ada spirit yang ingin dibangun dari Raperda ini untuk mendorong percepatan pembangunan, pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya pariwisata yang ada, sekaligus mendukung proses pembangunan Kota Palu di Bidang Pariwisata,” katanya.

Diharapkan Perda ini nantinya masuk agenda strategis daerah sebagai pedoman dan rujukan bagi pembangunan dan kemajuan kepariwisataan di Kota Palu yang berbasis pada kearifan lokal dan budaya. “Fraksi PKB berharap, Pansus yang bertugas membahas dan menggodok draft ini harus dapat melahirkan gagasan futuristik untuk menyempurnakan konsep yang telah tertuang dalam draft Perda nanti. Agar Perda benar-benar memberikan pijakan yang kokoh bagi P)emerintah Kota Palu untuk membangun dan mengembangkan pariwisata yang terpadu dan modern tanpa meninggalkan kearifan lokal dan budaya,” harapnya.

Berikan Komentar Anda

Story