Palu, Truestory — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) kembali melanda Kabupaten Parigi Moutong. Hingga awal Februari 2026, tercatat 16 hingga 17 titik kebakaran yang tersebar di sejumlah wilayah, dengan sebagian lokasi berada jauh dari permukiman dan sulit dijangkau petugas.
Pelaksana Tugas Kepala Pelaksana BPBD Sulawesi Tengah, Asbudianto, mengatakan titik-titik kebakaran tidak berada dalam satu hamparan, melainkan tersebar di padang alam dan kebun milik warga.
“Kebakaran tidak terkonsentrasi di satu lokasi, tetapi muncul di spot-spot berbeda, baik di padang alam maupun kebun,” ujar Asbudianto.
Kebakaran terbesar terjadi di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten Parigi Moutong. Sejak Minggu (1/2/2026), api dilaporkan telah menghanguskan sekitar 20 hektare kebun warga dan hingga kini upaya pemadaman masih terus dilakukan.
Berdasarkan hasil asesmen BPBD, sebaran 17 titik karhutla tersebut meliputi tujuh titik di Parigi Barat, tiga titik di Parigi Tengah, dua titik di Parigi, dua titik di Parigi Utara, satu titik di Parigi Selatan, satu titik di Tinombo, dan satu titik di Sidoan.
Asbudianto menjelaskan, kondisi geografis menjadi tantangan utama dalam penanganan karhutla di wilayah tersebut.
“Banyak lokasi kebakaran yang jaraknya mencapai tiga hingga lima kilometer dari desa terdekat, bahkan berada di kawasan pegunungan,” ungkapnya.
Selain medan yang sulit, keterbatasan sarana pendukung juga menjadi kendala, terutama ketersediaan mobil tangki air, khususnya di wilayah selatan Parigi Moutong.
“Keterbatasan mobil tangki memang menjadi salah satu kendala utama dalam pemadaman,” katanya.
Untuk mengantisipasi kondisi tersebut, BPBD Sulawesi Tengah telah menggeser satu unit mobil tangki air dari Luwuk ke Parigi, serta menyiagakan unit lainnya di Palu. Ke depan, BPBD juga berencana mendirikan posko tambahan di wilayah Parigi atas arahan Gubernur Sulawesi Tengah.
Meski status darurat karhutla belum ditetapkan, aparat desa dan kecamatan telah disiagakan untuk mengantisipasi potensi kebakaran susulan, mengingat kondisi kekeringan masih melanda wilayah Parigi Moutong.
BPBD Sulawesi Tengah menegaskan kesiapan penuh untuk melakukan penanganan lanjutan apabila terjadi eskalasi kejadian luar biasa, termasuk kemungkinan meluasnya kebakaran di wilayah Parigi dan sekitarnya. (*)