jadi klub pertama di Kota , Sulawesi Tengah yang fokus pada pembinaan sejak .

berdiri sejak tahun 2021 tepatnya di bulan September dan sesuai filosofi namanya, klub ini punya mimpi besar menyemai bibit pebasket muda untuk jadi pemain profesional.

Mendirikan klub khusus muncul karena kegelisahan Fijri Samsu dan Rohmansyah di masa pandemi Covid-19. “Karena dulu ramai Covid-19 jadi bingung mau bikin apa, akhirnya bikinlah klub yang sebelumnya khusus keluarga saja,” kata Rohmansyah, Kamis (19/1/2023).

Menurut Rohman, pembinaan basket di masih kurang sehingga Skyflash adalah klub pertama yang fokus pada pengembangan atlet usia dini.

“Begitu juga dengan kompetisi, hampir sangat jarang menjamah mereka yang masih belia. Jika ingin basket Palu berkembang sekelas di pulau Jawa, maka akar pembinaanya harus dimulai dari masa anak-anak,” terangnya.

Berawal dari klub keluarga, Skyflash akhirnya membuka pendaftaran secara umum khusus bagi anak-anak usia 3-9 tahun.

“Saya sendiri dipercayai sebagai kepala pelatih di klub ini. Ia didampingi dua asisten pelatih yakni Syafik dan Yudhana,” tuturnya.

Saat ini Skyflash membuat lapangan basket mini tepatnya di jalan Garuda, kediaman Fijri Samsu. Namun lapangan itu tak cukup mengintensifkan latihan.

“Berhubung halaman rumah lumayan, dan kebetulan anak, ponakan suka basket jadilah lapangan basket mini atau setengah lapangan,” ucap Riri sapaan akrab Fijri.

Kendala ini Lanjut Fijri, diantisipasi dengan mengatur jadwal latihan, hari Sabtu latihan dilakukan di lapangan mini dan Minggu mengambil tempat di lapangan basket kawasan Hutan Kota Palu.

Kedepannya, Fijri dan Rohman berencana kembali membangun lapangan yang lebih luas agar anak-anak bisa lebih intensif latihan.

Meski baru satu tahun terbentuk, Skyflash mampu menyulut asa pembinaan basket dari usia dini. Skyflash pula tim pertama yang membikin turnamen khusus usia dini di Palu.

“Hingga saat ini anak-anak kami sudah ikut kompetisi dan hasilnya memuaskan, padahal baru 3-4 bulan latihannya,” ungkap Riri dengan ekspresi bangga yang tergambar diwajahnya.

Bagi mereka berdua, mendirikan klub khsusus pembinaan atlet usia dini adalah caranya membuat gelisah klub kota Palu lainnya untuk mengambil jalan yang sama. Mereka percaya, apabila makin banyak klub yang memulai pembinaan atlet dari usai dini maka kelak kota Palu akan sekelas dengan pebasket di Pulau Jawa.