oleh

Sulteng Urutan ke Tiga, Peningkatan Kecelakaan Lalu Lintas di Indonesia

Truestory.id – Terhitung sejak Januari 2023,angka kecalakaan lalu lintas di Provinsi Sulawesi Tengah meningkat. Hal disebabkan oleh salah satu faktor yakni kelalaian pengendara.

“berdasarkan hasil pengecekan terakhir,data yang ada di Direktorat Lalu Lintas, tercatat sejak tanggal 1 hingga 29 Januari 2023 ada 20 korban jiwa melayang dijalanan akibat kecelakaan lalu lintas. Angka ini secara Nasional kita masuk urutan ke tiga peningkatan laka lantas, “ungkap Kasubid Gakkum Direktorat Lalu Lintas Polda Sulteng Ajun Komisaris Besar Polisi(AKBP) Hasanuddin, saat ditemui di ruang kerjanya, Senin(30/1/2023).

Hal ini kata Hasanuddin,tentunya venomena ini sangat miris, jika melihat angkat tersebut dalam sehari ada satu korban jiwa melayang akibat kecalakaan lalu lintas.Sehingga inilah salah satu faktor akan diberlakukan kembali tilang secara manual secara serentak di wilayah hukum Polda Sulteng, tentunya ini juga berdasarkan arahan langsung Kepala Direktorat Lalu Lintas Polda Sulteng.

” Namun dalam pelaksanaan tilang manual nantinya yang akan menjadi perhatian khusus ialah yang terlihat secara kasat mata, seperti tidak menggunakan helm, melawan arus, pengendara dibawah umur,tidak menggunakan plat atau plat palsu/gantung, serta knalpot racing/knalpot bissing, “terangnya.

Dia menambahkan,untuk tahun 2023 ini pihak Direktorat Lalu Lintas sejak tanggal 23 Januari telah memberlakukan kembali tilang manual sebab berdasarkan hasil analisa dan evaluasi(Anev) tahun 2022 jumlah kecalakaan lalu lintas di wilayah Sulteng secara umum meningkat dari 900 kejadian menjadi 1.444 kasus.

” Dari 1.444 kasus,yang  meninggal akibat kecalakaan lalu lintas sebanyak 360 pengendara yang meninggal dunia.Dimana dalam sehari ada satu orang yang meninggal dunia, ” jelasnya.

Sehingga berdasarkan anev tersebut, sistem tilang manual akan diberlakukan kembali.Kemudian, untuk sistem Etle yang aktif di wilayah Sulteng baru ada empat titik, ditambah dua camera. Namun hal ini kata Hasanuddin, tidak bisa menjangkau semua daerah.

” Jadi jika di tanya terkait efekif atau tidak,dengan adanya sistem Etle. Jawabannya, sangat efektif karena mengurangi kontak langsung dengan pengendara namun hal itu tidak menjangkau semua wilayah, “imbuhnya.

Dihimbau kepada seluruh masyarakat, untuk mengurangi kecepatan di jalan saat berkendara karena dapat mengurangi angka kecelakaan.

Berikan Komentar Anda

Story