Banggai,truestory.id– Ratusan warga Desa Mayayap dan Trans Mayayap, Kecamatan Bualemo, Kabupaten Banggai, melakukan aksi pemblokiran jalan yang digunakan sebagai jalur operasional tambang PT Integra Mining Nusantara Indonesia (IMNI), Kamis (5/3/2026). Aksi tersebut dilakukan dengan mendirikan sejumlah tenda di badan jalan sehingga kendaraan perusahaan tidak dapat melintas.
Sejak pagi hari, masyarakat dari dua desa itu berdatangan ke lokasi dan secara swadaya memasang tenda di titik yang selama ini menjadi jalur utama kendaraan operasional perusahaan tambang. Akibatnya, aktivitas keluar masuk kendaraan tambang praktis terhenti.
Warga menyebut aksi ini merupakan bentuk kekecewaan terhadap sikap perusahaan yang dinilai belum memberikan tanggapan jelas atas berbagai keluhan masyarakat, terutama yang berkaitan dengan dampak lingkungan dari aktivitas pertambangan di wilayah tersebut.
Salah seorang warga yang ikut dalam aksi mengatakan masyarakat sebenarnya sudah beberapa kali menyampaikan aspirasi kepada pihak perusahaan, namun hingga kini belum ada langkah nyata yang dirasakan warga.
“Kami sudah berulang kali menyampaikan keluhan, tapi sampai sekarang belum ada penjelasan yang jelas dari perusahaan. Karena itu kami sepakat menutup jalan ini sampai ada tanggapan resmi,” ujar salah satu warga di lokasi aksi.
Ia menambahkan, pendirian tenda di jalur operasional tambang juga menjadi simbol bahwa masyarakat siap bertahan hingga tuntutan mereka mendapat perhatian dari perusahaan.
“Tenda ini kami dirikan supaya kami bisa berjaga dan bertahan di sini. Kami ingin perusahaan mau duduk bersama dan membicarakan dampak yang dirasakan masyarakat,” tambahnya.
Sementara itu, aparat kepolisian dan TNI terlihat berada di sekitar lokasi untuk melakukan pengamanan. Hingga berita ini ditulis, warga masih bertahan di lokasi dan menegaskan tidak akan membuka akses jalan sebelum ada respons dari pihak perusahaan.