Jakarta,truestory.id – Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah kembali membangun kemitraan dengan sektor pertambangan untuk mempercepat pembangunan infrastruktur. Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, berhasil menggalang dukungan 32 perusahaan tambang di Kabupaten Morowali untuk bergotong royong memperbaiki ruas jalan provinsi Buleleng–Matarape sepanjang 43 kilometer melalui skema Corporate Social Responsibility (CSR), Senin (15/6/2026).
Dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Jakarta, seluruh perusahaan yang hadir menyatakan kesiapan membentuk konsorsium guna mendanai sekaligus mengerjakan perbaikan jalan tersebut.
Anwar Hafid menjelaskan, langkah itu diambil sebagai solusi atas keterbatasan anggaran daerah akibat kebijakan efisiensi yang menyebabkan berkurangnya alokasi APBD Sulawesi Tengah dalam dua tahun terakhir.
Menurutnya, perusahaan pemegang IUP akan menunjuk kontraktor masing-masing untuk mengerjakan ruas jalan yang menjadi tanggung jawabnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah tidak menerima dana tunai CSR, melainkan hanya menerima hibah aset jalan setelah pekerjaan selesai dan tetap melakukan pengawasan teknis melalui Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang.
Kepala Dinas Binatarung Sulteng, Faidul Keteng, mengatakan skema gotong royong tersebut membuat beban setiap perusahaan relatif ringan, yakni sekitar satu kilometer ruas jalan dengan estimasi anggaran sekitar Rp5 miliar per perusahaan.
Seluruh perusahaan yang hadir menyambut positif program tersebut dan siap menandatangani nota kesepahaman serta perjanjian kerja sama sebagai dasar pelaksanaan perbaikan jalan provinsi di wilayah Morowali.