Palu,truestory.id – Program transportasi publik andalan Pemerintah Kota Palu, Bus Trans Palu, dipastikan berhenti beroperasi pada 20 Oktober 2025. Penghentian layanan ini dilakukan karena pemerintah daerah sudah tidak lagi memiliki anggaran untuk menutupi biaya operasional kepada pihak ketiga, PT Bagong Transport.
Bus Trans Palu sendiri mulai resmi beroperasi pada 1 Oktober 2024 dengan empat rute koridor. Namun, keberadaannya tak berjalan mulus. Sejumlah sopir bahkan mulai mencari pekerjaan baru setelah kabar penghentian operasi beredar luas di media sosial.
“Iyah, terakhir besok gaes. Insyaallah bulan satu (Januari) nanti ada kabar lagi,” tulis salah satu sopir Bus Trans Palu dalam kolom komentar akun TikTok Agnia El, menanggapi pertanyaan warganet soal penghentian operasional bus.
Ketua Komisi C DPRD Kota Palu, Abdurrahim Nasar Al Amri, membenarkan rencana pemberhentian tersebut.
Menurutnya sejak diluncurkan pada 20 September 2024, Bus Trans Palu kerap menuai kritik karena belum memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Pengguna bus ini tidak menunjukkan peningkatan berarti. Padahal biaya operasionalnya cukup besar,” ujar Wim.
Ia menambahkan, pendapatan Bus Trans Palu dari Januari hingga Juni 2025 hanya sekitar Rp395 juta, sementara Pemkot berencana menganggarkan lagi Rp22 miliar untuk tahun 2026.
Bus Trans Palu sebelumnya diresmikan oleh Hadianto bersama sejumlah pihak, sebagai bagian dari program Buy The Service (BTS) untuk meningkatkan kualitas transportasi publik di ibu kota Sulteng tersebut.