, Pemerintah memberikan apresiasi atas dedikasinya para kader Pembantu Pembina Keluarga Berencana Desa () dan Sub dalam upaya menekan angka .

Sebagai bentuk penghargaan, Bupati , Amirudin, mengumumkan kenaikan honorarium bagi para kader tersebut.

Dalam rapat koordinasi bersama para kader, Bupati Banggai Amirudin menyampaikan bahwa tambahan honorarium sebesar Rp200 ribu akan diberikan setiap bulannya.

Pengabdian mereka dinilai kurang sepadan dengan honorarium yang diterima. Untuk itu, Bupati Amirudin akan menambah besaran honorarium para kader PPKBD.

“Insyallah, kita akan akomodir tambahan honorarium untuk ibu-ibu sebagai ujung tombak dalam mengatasi permasalahan di desa masing-masing. Tambahannya sebesar Rp200 ribu rupiah,” ujar Bupati Amirudin saat menghadiri rapat koordinasi bersama kader PPKBD/Sub PPKBD.

Selama ini, kader PPKBD menerima honorarium sebesar Rp150 ribu. Hal itu, kata bupati, merupakan upaya pemda menurunkan prevalensi stunting hingga 14 persen di akhir tahun 2024.

“Kita punya cita-cita besar di tahun 2045 adalah mencetak generasi Emas untuk bangsa Indonesia,” kata Bupati Amirudin.

Pada kesempatan itu, Kepala P2KBP3A Banggai Faisal mennyampaikan, pihaknya telah mendata sebanyak 56.641 keluarga berisiko stunting berdasarkan sejumlah kategori, yaitu pasangan usia subur (PUS), ibu hamil, keluarga punya anak usia 0-23 bulan, keluarga punya anak 24-59 bulan, serta keluarga sasaran calon pengantin.

“Pendataan ini dilakukan bulan Januari sampai dengan Juni 2024 dan sedang menunggu hasil verifikasi BKKBN Pusat,” ujar Faisal.

Salah satu intervensi yang dilakukan Dinas P2KBP3A yakni berkolaborasi dengan TP-PKK Banggai melaksanakan program Dapur Sehat Atasi Stunting di sejumlah kecamatan.