,.id- Pasangan calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota , Dr. MSi dan (Handal), berkomitmen menyediakan umum bagi masyarakat Palu.

Program ini menjadi perhatian utama mereka setelah menerima berbagai masukan dari tokoh masyarakat dan agama, menanggapi kebutuhan mendesak akan fasilitas di kota ini.

Keduanya menilai fasilitas pemakaman umum sangat penting, mengingat keluhan warga tentang minimnya pemakaman yang tersedia.

Dalam wawancara Sabtu, 2 November 2024, Dr. mengungkapkan banyak warga harus mencari lahan pemakaman di luar kota, bahkan membeli lahan khusus untuk keluarga karena kesulitan mendapatkan area pemakaman di dalam kota.

“Hampir semua kelurahan menyampaikan keluhan serupa,” jelasnya.

Hidayat menyoroti adanya lahan berstatus Hak Guna Bangunan (HGB) di Kota Palu yang tidak lagi aktif digunakan dan dapat dimanfaatkan untuk pemakaman.

Dia mencatat sekitar 500 hektar lahan HGB telah dikembalikan ke negara dan bisa dialihkan untuk keperluan publik, termasuk pemakaman.

“Kalau kita ambil sebagian untuk kepentingan masyarakat, seharusnya bisa,” ujar Hidayat.

Ia juga menyebut bahwa masih ada sekitar 52 hektar lahan yang pernah dialokasikan untuk Hunian Tetap (Huntap) bagi warga yang terdampak bencana, di mana sebagian tanah HGB tersebut tidak lagi digunakan pemiliknya hingga puluhan tahun. Hidayat mengusulkan pendekatan serupa dalam pengadaan lahan pemakaman.

Pasangan ini berencana mengalokasikan area pemakaman khusus untuk setiap agama jika diperlukan, dengan mempertimbangkan wilayah-wilayah yang sesuai di Palu Barat dan Timur.

“Jika ada area yang memerlukan penataan, kami siap mengusahakan dana daerah untuk membeli dan mengelolanya,” tambah Hidayat.

Selain itu, program utama lainnya yang mereka usung meliputi pembebasan retribusi sampah rumah tangga dan pemutihan pajak Bumi dan Bangunan yang telah lama menunggak.

Program-program ini disusun untuk meringankan beban warga, memperbaiki layanan publik, dan memajukan kesejahteraan masyarakat di Kota Palu.