,.id– Sebanyak tujuh warga dari wilayah PT Citra Minerals (CPM) berhasil menyelesaikan kesetaraan dan menerima ijazah pada Sabtu (16/11/2024) di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Kana Mapande, Palu Barat.

Program ini meliputi jenjang Paket A (setara SD), Paket B (setara SMP), dan Paket C (setara SMA). Dari tujuh lulusan, dua orang menyelesaikan Paket A, satu orang Paket B, dan empat orang lainnya Paket C. Para peserta terdiri dari lima perempuan dan dua laki-laki.

Rahyunita Handayani, Superintendent Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat dan Corporate Social Responsibility (PPM-CSR) , menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen tanggung jawab sosial perusahaan.

“Kami memprioritaskan peserta dari wilayah lingkar tambang, seperti Kelurahan Poboya, Lasoani, Talise Valangguni, dan Tanamodindi. Program ini bertujuan meningkatkan kepercayaan diri warga yang sebelumnya putus sekolah, sehingga mereka memiliki peluang lebih baik untuk mendapatkan pekerjaan layak,” ujar Rahyunita.

Beberapa lulusan dari program ini bahkan telah direkrut menjadi karyawan di . “Kami terbuka untuk lulusan pendidikan nonformal, termasuk dari program kesetaraan ini,” tambahnya.

Untuk mempermudah akses pendidikan, PT CPM juga menghadirkan tenaga pengajar ke wilayah-wilayah terpencil seperti Poboya, sehingga peserta tidak perlu menempuh jarak jauh ke PKBM di Palu Barat.

Ketua PKBM Kana Mapande, Ruli Firmansyah, menyebutkan bahwa sama dengan PT CPM telah berjalan selama tiga tahun. Hingga kini, sebanyak 69 peserta telah menyelesaikan pendidikan kesetaraan, terdiri dari 37 lulusan Paket C, 17 Paket B, dan 2 Paket A.

“Saat ini, ada 20 peserta yang masih belajar di kelas akhir, meliputi 10 orang Paket B, 7 orang Paket C, dan 3 orang Paket A. Selain itu, kami juga memiliki lebih dari 500 lulusan sejak PKBM berdiri pada 2019,” ungkapnya.

Ruli menambahkan, PKBM Kana Mapande tidak hanya menawarkan pendidikan kesetaraan tetapi juga mengembangkan program kecakapan , seperti administrasi perkantoran, untuk membekali peserta dengan keterampilan tambahan.

“Kami berharap bisa menjalin kerja sama lebih lanjut dengan PT CPM untuk mendukung tenaga pengajar dalam program ini,” ujarnya

Masriani, salah satu lulusan dari Kelurahan Poboya, menyampaikan rasa syukurnya atas program ini.

Ia yang sempat putus sekolah sejak 2013 kini memiliki ijazah untuk melengkapi persyaratan melamar pekerjaan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (P3K).

“Ijazah ini sangat membantu. Program dari CPM benar-benar memberikan peluang baru bagi kami,” katanya.

Seorang peserta muda berusia 15 tahun juga merasa terbantu. Setelah berhenti sekolah selama tiga tahun, kini ia berencana melanjutkan ke jenjang SMP.

“Dengan ijazah ini, saya berharap bisa kembali bersekolah dan melanjutkan pendidikan,” katanya penuh harap.

Melalui kolaborasi ini, PT CPM dan PKBM Kana Mapande berhasil memberikan kesempatan kedua bagi masyarakat lingkar tambang untuk meningkatkan kualitas hidup mereka melalui pendidikan.