,truestory.id- menjadi saksi komitmen terhadap keberagaman, ketika ia menghadiri Piodalan di , Kota , pada Sabtu malam, 16 November 2024. Dalam acara keagamaan Hindu tersebut, ia diterima dengan hangat oleh ribuan umat Hindu yang hadir.

I Gede Yogantara, mantan Ketua Peradah Sulteng sekaligus panitia Piodalan, menyatakan harapan umat Hindu agar kesetaraan golongan menjadi prioritas dalam kebijakan pemerintah daerah.

“Pak sudah dikenal menjaga toleransi dan perbedaan antarumat . Kami berharap beliau bisa membawa perubahan jika terpilih menjadi gubernur,” ungkap Yogantara.

Ahmad Ali memiliki rekam jejak panjang dalam mendukung berbagai komunitas agama. Beberapa kontribusinya antara lain penyediaan alat kremasi di dan dukungan terhadap pembangunan pura di .

Dukungan ini telah menciptakan hubungan emosional yang kuat antara Ahmad Ali dan umat Hindu di daerah tersebut. Sebagai calon gubernur, program yang ditawarkan Ahmad Ali bersama pasangannya, Abdul Karim Al Jufri, menarik perhatian masyarakat.

Salah satu gagasan mereka adalah asuransi pertanian dan solusi atas kelangkaan pupuk, yang dianggap relevan dengan mayoritas masyarakat Sulawesi Tengah yang berprofesi sebagai petani.

Dalam kunjungannya, Ahmad Ali didampingi tokoh-tokoh Hindu seperti I Wayan Supadiasa dan Indah Lumeno.

Meski diminta untuk berpidato, Ahmad Ali menolak menggunakan momen tersebut untuk kampanye, menegaskan komitmennya untuk menjaga kesucian acara keagamaan.

“Kami berharap jika Pak Ahmad Ali terpilih, ada perhatian lebih terhadap kesetaraan umat beragama dan dukungan ekonomi bagi komunitas keagamaan,” tambah Yogantara.

Ahmad Ali sendiri menegaskan pentingnya kejujuran dalam membangun toleransi. “Lepaskan topengmu saat bicara soal toleransi. Tanpa kejujuran, tidak ada toleransi yang nyata,” katanya.

Dedikasinya dalam membangun fasilitas ibadah lintas agama memperkuat citranya sebagai politisi yang peduli akan harmoni antarumat.