,.id- Aktivis perempuan , , atau lebih dikenal dengan , menyuarakan pentingnya keterwakilan perempuan dalam proses seleksi Komisi Penyiaran Indonesia Daerah () periode 2025-2028.

Menurut Eva, keberadaan perempuan di tubuh Sulteng sangat penting untuk memperkuat regulasi penyiaran yang berpihak kepada perempuan, termasuk dalam upaya memberikan edukasi siaran sehat kepada pelajar dan mahasiswi.

“Perempuan harus hadir menyuarakan regulasi penyiaran di Sulawesi Tengah. Karena itu kami sangat-sangat mendukung adanya keterwakilan perempuan dalam KPID Sulteng,” ujar , Sabtu (3/5/2025).

Peraih Yap Thiam Hien Award 2018 itu menegaskan bahwa dukungan terhadap calon perempuan dalam seleksi KPID Sulteng sebaiknya diberikan kepada mereka yang memiliki rekam jejak di dunia penyiaran, khususnya jurnalis televisi.

Ia menilai pengalaman tersebut sangat relevan dalam memahami dinamika isi siaran dan pengawasan penyiaran.

“Kami mendukung dan mendorong kawan Mita Meinansi yang menurut kami sangat memiliki pengalaman sebagai jurnalis televisi, di mana isi siaran dan pemberitaan menjadi salah satu objek pengawasan KPID Sulteng,” tambah Eva.

Sebagai Ketua Satgas Penyelesaian Konflik Agraria Sulteng, Eva juga mengimbau seluruh perempuan di Sulawesi Tengah untuk aktif terlibat dalam pembangunan dan pengambilan keputusan, demi kemajuan daerah.