Sigi,.id — Di tengah hamparan perbukitan Sigi, , sebuah bukit setinggi 650 meter di atas permukaan laut tengah menjadi destinasi yang bukan hanya menawarkan pemandangan luar biasa, tapi juga keunikan alam yang masih terjaga.

memang bukan sembarang bukit. Dalam perjalanan mendaki, setiap langkah menjadi sebuah perjalanan menemukan kejutan demi kejutan.

Setelah mendaftar dan membayar Rp10 ribu di pos registrasi, pendaki mulai menyusuri jalur sepanjang 3,7 kilometer. Dalam perjalanan itulah, sebuah luas terbentang, menjadi ruang terbuka hijau yang kontras di tengah rimbunnya perbukitan.

Di sela ilalang, tampak bunga anggrek Spathoglottis plicata atau anggrek tanah berwarna ungu tengah mekar, seakan menjadi permata yang hidup di tengah padang.

“Ini luar biasa, pemandangannya terbuka dan keren sekali!” ujar Ratna, seorang pendaki yang tengah bergelut mencari momen terbaik di puncak.

Dalam cahaya yang masih malu-malu, matahari perlahan turun, menyapu permukaan dan perbukitan, memberikan nuansa oranye yang lembut.

“Andai saja cuacanya lebih cerah, cahaya mataharinya pasti lebih bagus lagi.” katanya sambil menikmati pemandangan Teluk yang tampak luas di bawah.

Buuoge bukan hanya menjadi tempat menikmati keindahan, tapi juga belajar menjaga. Pengelola, para pemuda Desa , tak henti-hentinya mengingatkan pendaki agar tidak merusak bunga dan menjaga kebersihan.

Dalam perjalanan turun, terjadi peristiwa tak terduga seorang pendaki kedinginan dan pusing.

Dengan sigap, para pemuda yakni pengelola pendakian turun tangan, memberikan pertolongan dan mengevakuasi pendaki tersebut ke pos awal, sebuah cerminan kepedulian dan kerja sama manusia di tengah perjalanan.