Palu,truestory.id- Gubernur Sulawesi Tengah, Anwar Hafid, memimpin Rapat Pimpinan (Rapim) Evaluasi dan Pengawasan Realisasi APBD Tahun Anggaran 2025 bersama seluruh OPD lingkup Pemprov Sulteng di Ruang Rapat Polibu, Kantor Gubernur, Rabu (3/9/2025). Rapat turut dihadiri Wakil Gubernur dr. Reny Lamadjido dan Sekretaris Daerah Novalina.
Dalam arahannya, Anwar menegaskan pentingnya ketelitian dalam menjalankan program kerja. Ia meminta OPD segera mengevaluasi kegiatan, terutama paket yang berpotensi tidak selesai hingga akhir tahun anggaran.
“Kalau tidak memungkinkan dilaksanakan, lebih baik ditunda. Jangan direkayasa, laporkan apa adanya,” tegasnya.
Isu Pendapatan Asli Daerah (PAD) turut menjadi sorotan utama. Menyusul rencana pengurangan transfer pusat ke daerah hingga 30 persen mulai 2026, Anwar menuntut OPD lebih kreatif menggali peluang program dari kementerian.
“Kita harus kembali aktif menjalin akses ke pusat. Setiap OPD tidak boleh pulang tangan kosong,” ujarnya.
Gubernur juga mencontohkan peningkatan penerimaan pajak air permukaan sebagai bukti kerja bersama. Menurutnya, pengawasan wajib pajak bukan hanya tugas Badan Pendapatan Daerah, melainkan semua dinas.
“Bapenda itu striker, tapi kalau tidak ada operan dari OPD lain, bagaimana bisa mencetak gol?” katanya.
Selain itu, Anwar menekankan pentingnya transformasi digital dalam pengawasan. Ia mendorong pemanfaatan CCTV dan command center sebagai instrumen kontrol publik.
“Target kita jelas: pembangunan selesai tepat waktu, PAD meningkat, dan tata kelola pemerintahan bergerak menuju digital. Semua OPD harus disiplin dan transparan,” tutupnya.