,.id – Menghadapi potensi multibencana yang tinggi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah () Kabupaten meluncurkan inovasi sistem peringatan berbasis komunitas bertajuk “Satu Komando, Satu Aksi.”

Program ini dirancang untuk memperkuat koordinasi dan mempercepat respons masyarakat terhadap bencana di wilayah rawan.

Project Leader aksi perubahan ini, Muhammad Natsir, yang juga Kepala Bidang Pencegahan, Kesiapsiagaan, dan Pemadam Kebakaran Donggala, menegaskan bahwa keberhasilan program tidak diukur dari besarnya anggaran, melainkan kemampuan menggerakkan partisipasi masyarakat.

“Keberhasilan #Kita_GAS bukan soal dana besar, tapi bagaimana kita mampu menggerakkan semua pihak agar tangguh dengan sumber daya yang ada,” ujar Natsir.

Konsep “Satu Komando” menempatkan BPBD sebagai sumber informasi tunggal yang valid, sementara “Satu Aksi” menjadi respons kolektif masyarakat setelah menerima peringatan.

Sistem ini menggabungkan teknologi modern seperti WA Center dan media sosial dengan kearifan lokal berupa pengeras suara masjid, kentongan, dan radio komunitas.

Inovasi ini juga membawa perubahan paradigma, dari masyarakat sebagai penerima informasi pasif menjadi pelaku aktif dalam penyebaran pesan kesiapsiagaan.

Program tersebut merupakan bagian dari Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) dengan tagline #Kita_GASGerak, Ajak, Siap yang mencerminkan semangat gotong royong dalam mitigasi bencana.

Melalui “Satu Komando, Satu Aksi”, BPBD Donggala berharap terbentuk sistem peringatan yang efektif, partisipatif, dan mampu meminimalkan risiko korban jiwa maupun kerugian saat bencana terjadi.