Banggai,truestory.id – Gubernur Anwar Hafid menegaskan pentingnya sinkronisasi program daerah dengan agenda nasional saat membuka Rakor Evaluasi Astacita di Luwuk, Senin (17/11/2025), sebagai kunci mendapatkan dukungan anggaran pusat pada 2026.
Kegiatan ini digelar untuk memastikan program prioritas nasional berjalan selaras di seluruh daerah.
Rakor turut dihadiri Kapolda Sulteng Irjen Pol Endi Sutendi, Kepala Kejaksaan Tinggi Sulteng Nuzul Rahmat, Kaskodam XXIII/Palaka Wira Brigjen TNI Agus Sasmita, serta para pimpinan daerah dan perangkat OPD.
Dalam sambutannya, Gubernur Anwar menegaskan bahwa forum tersebut menjadi ruang evaluasi pelaksanaan berbagai program Astacita, seperti Makan Bergizi Gratis, Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, Sekolah Rakyat, hingga program ketahanan pangan.
“Ini rakor pertama di penghujung tahun untuk melihat sejauh mana Astacita berjalan di daerah. Para bupati dan wali kota akan memaparkan capaian masing-masing,” ujar Anwar.
Ia juga menekankan pentingnya penyelarasan RPJMD 2025–2030 dengan kebijakan nasional.
Menurutnya, pemerintah pusat akan memberikan dukungan anggaran maksimal kepada daerah yang melaksanakan program prioritas.
Sebaliknya, program yang tidak sejalan wajib dibiayai melalui APBD.
Mengacu penjelasan pemerintah pusat, Anwar menyampaikan bahwa pada 2026 anggaran kementerian/lembaga akan meningkat signifikan, sementara anggaran daerah justru menurun. Karena itu, sinkronisasi program menjadi kunci.
“Password mendapatkan anggaran adalah Astacita. Selama selaras, dukungan dana pasti turun,” tegasnya.