Palu,truestory.id – Sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah kembali dilanda bencana alam berupa banjir dan tanah longsor menyusul hujan berintensitas tinggi yang mengguyur daerah tersebut sejak Sabtu (29/11/2025).
Laporan resmi yang disampaikan BPBD Provinsi Sulawesi Tengah mencatat setidaknya dua kecamatan terdampak cukup serius, yakni Kecamatan Sojol dan Kecamatan Rio Pakava.
Bencana pertama terjadi pada pukul 17.00 WITA di Kecamatan Sojol, meliputi Desa Tonggolobibi, Siwalempu, Balukang, dan Bou.
Derasnya hujan mengakibatkan banjir dan longsor yang menutup kurang lebih 50 meter badan Jalan Trans Palu–Tolitoli.
Material longsor membuat akses strategis itu sempat lumpuh dan tidak bisa dilalui kendaraan.
Selain memutus jalur transportasi, banjir juga merusak saluran air ke area persawahan, menimbulkan kerusakan pada tanggul sungai di Dusun 5 Desa Tonggolobibi, serta merusak pipa air bersih Pamsimas di Dusun 4 Desa Balukang. Lahan pertanian warga di Tonggolobibi turut terendam banjir.
Di Desa Balukang, sebanyak dua kepala keluarga atau total 11 jiwa mengungsi sementara akibat tingginya genangan.
Meski demikian, tidak ada laporan korban jiwa dari seluruh lokasi terdampak. Setelah hujan mulai reda, warga yang mengungsi telah kembali ke rumah dan mulai melakukan pembersihan.
Bencana kedua terjadi di Desa Lalundu, Kecamatan Rio Pakava, pada hari yang sama sekitar pukul 15.40 WITA. Banjir menggenangi permukiman warga setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut dalam durasi panjang.
Dampak banjir masih dalam pendataan, khususnya untuk Dusun 5, meski tidak ada laporan korban maupun pengungsian. Air dilaporkan telah surut pada malam hari.
BPBD Provinsi Sulteng bersama TRC dan BPBD Kabupaten Donggala telah melakukan assessment di seluruh lokasi terdampak dan berkoordinasi untuk percepatan penanganan darurat.
Kebutuhan mendesak yang dilaporkan mencakup logistik penanggulangan bencana dan alat berat untuk membuka kembali akses yang masih tertutup material longsor, terutama di ruas jalan yang menghubungkan Palu–Tolitoli.
Hingga Minggu pagi (30/11/2025), situasi di Kecamatan Sojol mulai membaik. Air sudah surut dan sebagian jalur Trans Sulawesi dapat dilalui kendaraan, baik roda dua maupun roda empat.
Meski begitu, beberapa titik masih dibersihkan secara manual sambil menunggu alat berat. Pemerintah daerah diimbau untuk segera memberikan dukungan logistik dan peralatan guna mempercepat proses pemulihan.
Laporan ini ditandatangani oleh Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, Akris Fattah Yunus, sebagai dasar koordinasi lebih lanjut dengan BNPB RI, pemerintah provinsi, serta instansi terkait lainnya.