Morowali,.id – Aktivitas di Kecamatan Bahodopi, Kabupaten Morowali, menunjukkan perkembangan pesat sepanjang 2025. Riset terbaru dari Research and Support Departemen Secretariat General Affair PT Indonesia Morowali Industrial Park () mengungkap, perputaran uang di wilayah tersebut didominasi aktivitas konsumsi karyawan kawasan industri.

Kajian yang dilakukan pada Oktober 2025 mencatat rata-rata pengeluaran bulanan pekerja mencapai Rp5,75 juta per orang, dengan porsi terbesar untuk kebutuhan makanan dan minuman sebesar Rp2,19 juta, serta biaya tempat tinggal sekitar Rp1,26 juta.

Dengan populasi pekerja mencapai 86.804 orang, total perputaran uang di Bahodopi diperkirakan berada di angka Rp499,1 miliar setiap bulan, atau setara Rp5,9 triliun dalam setahun.

Pertumbuhan konsumsi tersebut berdampak langsung pada perkembangan UMKM lokal. Warga masih menunjukkan preferensi belanja di warung dan kios sekitar tempat tinggal.

Kios Pertamini menjadi jenis usaha terbanyak dengan 981 unit, disusul stan minuman (735), stan makanan non-bangunan (670), kios (648), dan warung makan (591).

Media Relations Head PT , Dedy Kurniawan, menyebut pola konsumsi harian karyawan memicu pergerakan dari pagi hingga malam.

“Bahodopi berkembang bukan hanya karena industri, tetapi juga konsumsi warga yang bergerak setiap hari,” ujarnya.

Seiring meningkatnya permintaan, UMKM mulai memperluas layanan, termasuk menerima pembayaran digital. Saat ini, 53 persen pelaku UMKM telah menyediakan opsi QRIS.

Meski 60 persen pekerja masih mengandalkan uang tunai, tren transaksi nontunai terus meningkat sejalan dengan kebutuhan efisiensi.

IMIP menilai dinamika ini menciptakan ekosistem ekonomi lokal yang semakin kuat, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi warga di lingkar industri.