Morowali,truestory.id – Upaya pencarian terhadap seorang nelayan yang hilang di Perairan Desa Pulau Dua, Kecamatan Bungku Selatan, Kabupaten Morowali, terus dilakukan oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Palu melalui Pos SAR Morowali. Operasi SAR dimulai sejak Minggu (7/12/2025) pagi setelah menerima laporan dari Camat Bungku Selatan, Asdar, pada Sabtu siang.
Korban bernama Irfan (43) diduga terjatuh dari perahu jenis katinting saat melaut. Berdasarkan laporan, Irfan berangkat mencari ikan pada Sabtu pukul 06.30 WITA.
Namun sekitar pukul 09.00 WITA, perahunya ditemukan oleh sesama nelayan dalam kondisi mesin masih hidup, sementara korban tidak berada di atas perahu.
Keluarga dan warga sempat melakukan pencarian mandiri, namun hingga sore hari korban belum ditemukan, sehingga dukungan SAR resmi diminta.
Lokasi kejadian berada di koordinat 3°4’43.94″S – 122°33’6.82″E, sekitar 47 nautical mile dari Pos SAR Morowali atau empat jam waktu tempuh menuju titik operasi.
Kondisi tersebut membuat proses pencarian membutuhkan perencanaan dan pengaturan sumber daya yang matang.
Pada Minggu pagi pukul 07.00 WITA, tim SAR gabungan menggelar briefing untuk memastikan kesiapan personel, peralatan, dan pembagian sektor pencarian.
Setelah itu, tim bergerak menuju area pencarian yang telah ditetapkan dengan menggunakan satu unit perahu karet dan beberapa perahu milik nelayan. Radius pencarian diperluas hingga 10 nautical mile dari titik ditemukannya perahu korban.
Hingga pukul 18.00 WITA, tim SAR gabungan kembali ke posko sementara untuk melakukan debriefing. Dari hasil penyisiran penuh sejak pagi, korban belum juga ditemukan.
Operasi pencarian akan dilanjutkan kembali pada Senin (8/12/2025) pukul 07.00 WITA dengan metode dan pola pencarian yang diperbarui sesuai kondisi lapangan.
Dalam operasi ini, sejumlah unsur terlibat, di antaranya Rescue Pos SAR Morowali, Pos AL, Polairud, Babinsa, Bhabinkamtibmas, Pemerintah Desa, serta para nelayan setempat.
Sementara alutsista yang dikerahkan meliputi truck personel, perahu karet, perahu nelayan, peralatan komunikasi, peralatan medis SAR, dan perangkat evakuasi.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muh Rizal, menegaskan bahwa seluruh unsur SAR bekerja maksimal untuk menemukan korban.
“Tim SAR gabungan terus melakukan pencarian di area yang telah ditentukan. Semoga korban segera ditemukan dalam keadaan terbaik,” ujarnya.
Hingga berita ini diturunkan, operasi masih berlanjut dan perkembangan pencarian akan diinformasikan pada pembaruan berikutnya oleh Basarnas Palu.