,teuestory.id – Tren ekonomi positif di Kecamatan , Kabupaten , terus menguat hingga penghujung 2025. Lonjakan aktivitas konsumsi harian Indonesia Morowali Industrial Park () menjadi pendorong utama berkembangnya ekosistem usaha lokal, terutama sektor UMKM.

Hasil survei perilaku ekonomi yang dilakukan Tim Research and Support Departemen SGA PT pada Oktober 2025 mengungkapkan, rata-rata pengeluaran warga mencapai Rp5,75 juta per bulan.

Dengan total 86.804 yang bekerja di kawasan industri tersebut, perputaran uang di diperkirakan menyentuh Rp499,1 miliar per bulan, jauh meningkat dibanding estimasi Juni lalu yang berada pada angka Rp338 miliar.

Kebutuhan konsumsi harian karyawan, khususnya sektor makanan, minuman, dan hunian, menjadi motor penggerak utama ekonomi wilayah.

Sebanyak 57 persen warga memilih berbelanja kebutuhan sehari-hari di kios atau warung lokal, sementara 64 persen di antaranya mempertimbangkan faktor kedekatan lokasi.

Pola ini menciptakan ruang tumbuh bagi pelaku usaha baru, mulai dari kuliner, kios harian, jasa laundry, hingga transportasi.

Media Relations Head PT IMIP, Dedy Kurniawan, menjelaskan bahwa permintaan tinggi dari tenaga kerja membentuk rantai ekonomi yang saling menguatkan antara kebutuhan konsumsi dan ketersediaan pasokan lokal.

Riset mencatat lima jenis UMKM terbanyak di Bahodopi, antara lain Kios Pertamini (981 unit), Stan Minuman (735), Stan Makanan non-bangunan (670), Kios Umum (648), dan Warung Makan (591).

Sebagian besar UMKM berada pada kategori usaha mikro dengan omzet hingga Rp300 juta per tahun, namun tren pertumbuhannya menunjukkan potensi naik kelas.

Dukungan permodalan, pendampingan, dan akses pasar dinilai mampu mempercepat transformasi usaha kecil di Bahodopi.

ini berkontribusi signifikan dalam menjaga daya gerak ekonomi Morowali dan menopang tingginya pertumbuhan ekonomi , yang tercatat sebagai salah satu yang tertinggi secara nasional pada triwulan III 2025.