Jakarta,.id – Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) memastikan pesawat ATR 42-500 IAT yang dinyatakan hilang kontak di wilayah Maros, , tengah menjalankan misi penting pengawasan sumber daya kelautan melalui udara atau Air Surveillance. Informasi ini disampaikan langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, dalam keterangan resminya.

Menurut Menteri Trenggono, pesawat tersebut tengah melaksanakan tugas pemantauan di wilayah pengelolaan perikanan sebagai bagian dari upaya memperkuat pengawasan laut nasional.

“Fokus kami saat ini adalah keselamatan personel,” tegasnya, seraya menyampaikan bahwa KKP terus memantau perkembangan pencarian yang dilakukan tim gabungan.

Dalam pesawat tersebut terdapat tiga pegawai KKP yang sedang bertugas menjalankan misi pengawasan. Mereka adalah:

  1. Ferry Irawan, Analis Kapal Pengawas
  2. Deden Mulyana, Pengelola Barang Milik Negara
  3. Yoga Naufal, Operator Foto Udara

Ketiganya merupakan bagian dari PSDKP (Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan) yang diberi mandat melakukan pemantauan udara terhadap aktivitas perikanan dan kelautan nasional.

Selain itu, pesawat juga membawa tujuh kru penerbangan yang hingga kini belum ditemukan.

KKP menegaskan bahwa koordinasi pencarian dilakukan secara intens bersama Tim SAR Gabungan, , dan , yang turun langsung ke lapangan.

Menteri Trenggono mengajak seluruh masyarakat, terutama Sahabat Bahari, untuk mendoakan agar seluruh personel segera ditemukan dalam keadaan selamat.

“Mohon dukungan doa dari kita semua,” ujarnya. “Mari kita tundukkan kepala sejenak demi keselamatan mereka.”