,.id- Kantor Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) mengirimkan satu tim rescue berjumlah 10 personel untuk membantu operasi pencarian dan pertolongan korban pesawat ATR 42-500 yang jatuh di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Maros, . Pengiriman tim dilakukan pada Rabu, 21 Januari 2026, sekitar pukul 19.00 Wita.

Tim berangkat menggunakan dua unit kendaraan rescuer car menuju Kota Makassar, sebelum nantinya bergabung dengan unsur SAR lain di lokasi kejadian.

Langkah ini dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pencarian yang telah berlangsung selama lima hari.

Kepala Kantor Basarnas Palu, Muh. Rizal, menjelaskan bahwa pengiriman personel tambahan dilakukan sesuai arahan Deputi Operasi Basarnas setelah mempertimbangkan kondisi pencarian yang berada di area pegunungan.

Menurutnya, personel yang diberangkatkan memiliki kemampuan khusus untuk menghadapi ekstrem.

“Operasi SAR pesawat ATR 42-500 di Kabupaten Maros sudah memasuki hari kelima. Sesuai arahan pusat, kami mengirim 10 personel yang memiliki kualifikasi jungle rescue dan teknik high angle rescue guna mendukung tim yang telah berada di lapangan,” ujar Muh. Rizal.

Ia menambahkan bahwa karakteristik Gunung Bulusaraung yang terjal dan berhutan membutuhkan tenaga yang terlatih dalam navigasi medan berat, penanganan evakuasi di ketinggian, serta kemampuan bertahan di alam terbuka.

Dengan adanya dukungan ini, pihaknya berharap proses pencarian dan evakuasi dapat berjalan lebih optimal.

Basarnas Palu juga memastikan koordinasi dengan Basarnas pusat dan unsur SAR gabungan akan terus dilakukan hingga seluruh korban berhasil ditemukan dan dievakuasi dari lokasi kejadian.