PALU, TRUE STORY – Perusahaan Umum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah (Bulog Sulteng) memastikan ketersediaan pasokan pangan di wilayah Sulawesi Tengah tetap aman untuk memenuhi lonjakan kebutuhan masyarakat menjelang dan selama bulan suci Ramadhan.
Pemimpin Wilayah Bulog Kanwil Sulawesi Tengah, Jusri, mengatakan Bulog saat ini menguasai stok beras sebanyak 21.000 ton. Selain beras, ketersediaan gula pasir mencapai 238.000 kilogram dan minyak goreng sebanyak 360.000 liter. Ia menegaskan, pasokan pangan lainnya juga masih tersedia dan akan terus diperbarui secara real time sesuai perkembangan permintaan pasar.
“Stok tersebut sangat cukup untuk mengakomodasi kebutuhan pasar rakyat, pelaksanaan pasar murah hasil kolaborasi lintas sektor, hingga penyaluran bantuan pangan yang sewaktu-waktu dapat dilaksanakan,” kata Jusri kepada media di Palu.
Menurutnya, Bulog Sulteng siap berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya stabilisasi harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Hal tersebut merupakan bagian dari tugas dan fungsi Bulog sebagai perusahaan pangan milik negara.
“Intinya Bulog Sulteng siap mendukung gerakan stabilisasi dan ketersediaan pangan untuk konsumen,” ujarnya.
Selain menjaga stok, Bulog Sulteng juga terus melakukan penyerapan hasil pertanian domestik, khususnya komoditas beras dan jagung. Penyerapan akan dimaksimalkan pada periode panen petani di berbagai daerah di Sulawesi Tengah.
“Baik jagung maupun beras dalam bentuk gabah dan beras petani, kami siap menerima selama memenuhi standar dan mutu yang ditetapkan Bulog pusat. Kami juga memiliki target penyerapan yang harus dipenuhi,” jelasnya.
Jusri juga mengimbau masyarakat agar memanfaatkan momentum Ramadhan secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan. “Kami mengajak masyarakat untuk tidak panic buying agar distribusi pangan dapat berjalan merata,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bulog Sulteng telah menjalin kolaborasi dengan sejumlah pemerintah daerah untuk merencanakan kegiatan pasar murah. Koordinasi juga dilakukan melalui audiensi dan rapat bersama Dinas Pangan terkait penyaluran minyak goreng rakyat.
“Kami berharap harga pangan tetap stabil selama Ramadhan dan ketersediaannya terjaga untuk seluruh masyarakat,” tutup Jusri.