PALU, TRUE STORY – Perum Bulog Kantor Wilayah Sulawesi Tengah menerima instruksi penyaluran bantuan pangan alokasi tahun 2026 yang akan berlangsung selama empat bulan. Pelaksanaan penyaluran masih menunggu perintah teknis dari pemerintah pusat.
Pemimpin Wilayah Bulog Sulteng, Jusri, mengatakan waktu penyaluran masih akan ditentukan, apakah dimulai pada Februari atau Maret 2026.
“Kami sudah menerima alokasi penyaluran selama empat bulan, tinggal menunggu instruksi pusat terkait waktu pelaksanaan,” ujar Jusri di Palu, Kamis (29/1/2026).
Untuk mendukung program tersebut, Bulog Sulteng menyiapkan stok beras sekitar 21 ribu ton. Stok ini juga disiapkan untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idul Fitri.
Selain bantuan pangan, Bulog Sulteng menargetkan penyerapan hasil panen petani lokal sebanyak 11 ribu ton beras dan gabah serta 3 ribu ton jagung sepanjang 2026.
Jusri menambahkan, pihaknya saat ini masih mengoptimalkan penyaluran program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) beras tahun 2025 yang diperpanjang hingga 31 Januari 2026.
“SPHP tetap berjalan, hanya menunggu kebijakan penganggaran untuk skema 2026,” katanya.
Sebelumnya, pemerintah memperpanjang penyaluran SPHP beras 2025 hingga akhir Januari 2026 melalui skema Rekening Penampungan Akhir Tahun Anggaran (RPATA) yang disetujui Kementerian Keuangan atas usulan Badan Pangan Nasional. Program SPHP beras tahun 2026 direncanakan mulai berjalan pada 1 Februari 2026.