Parimo,.id – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih berlangsung di sejumlah titik perkebunan di Desa Avolua, Kecamatan Parigi Utara, Kabupaten , hingga Senin (2/2/2026) malam.

Api dilaporkan belum sepenuhnya padam akibat kondisi medan yang sulit dijangkau serta panas ekstrem yang melanda wilayah tersebut.

Berdasarkan laporan terbaru Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) BPBD Kabupaten , kebakaran pertama kali terdeteksi pada Minggu (1/2/2026) sekitar pukul 22.00 WITA. Laporan resmi diterima 35 menit kemudian, tepatnya pukul 22.35 WITA.

Api diduga berasal dari aktivitas pembersihan kebun kelapa yang dilakukan di area dengan semak kering, sehingga dengan cepat merambat dan membesar.

Lahan perkebunan yang terdampak diperkirakan mencapai lebih dari seribu kilometer persegi. Areal yang terbakar meliputi kebun durian, cokelat, kelapa, cengkeh, hingga pala yang menjadi sumber penghidupan utama warga setempat.

Meski demikian, hingga laporan terakhir diterima, tidak terdapat korban jiwa maupun warga yang mengungsi akibat kejadian ini.

Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Parigi Moutong, TRC BPBD, unsur , aparat desa, serta masyarakat setempat telah dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

Namun, upaya di lapangan menghadapi berbagai kendala, terutama akses menuju titik api yang berada di kawasan perbukitan dan tidak dapat dilalui kendaraan pemadam.

Seorang warga Desa Avolua, Anca, menyampaikan bahwa hingga malam hari petugas masih bersiaga dan melakukan pemadaman secara bertahap.

Ia mengungkapkan, titik api tidak hanya berada di satu lokasi, melainkan menyebar hingga satu sampai dua kilometer dari posisi awal kebakaran. Kondisi tersebut membuat penanganan menjadi tidak maksimal karena keterbatasan armada dan peralatan.

BPBD Parigi Moutong juga melaporkan kebutuhan mendesak berupa mesin pompa air dan selang pemadam kebakaran guna mendukung proses pemadaman lanjutan.

Selain itu, masyarakat diimbau tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan, mengingat suhu panas ekstrem masih berpotensi memicu kebakaran susulan.

Hingga Senin malam, api dilaporkan masih aktif di beberapa titik, dan petugas terus melakukan pemantauan untuk mengantisipasi meluasnya kebakaran, terutama ke arah permukiman di sekitar jalur Trans Sulawesi.