Video yang menunjukkan jamaah di masjid membagikan amplop berwarna merah dengan logo dan gambar bakal caleg sedang di media sosial.

Video ini dibagikan oleh akun @Aiek_Speechless di Twitter dan telah ditonton oleh lebih dari 147 ribu pengguna Twitter. Beberapa jemaah tampak menerima dengan senang hati amplop tersebut sembari berzikir.

Banyak warganet yang mengkritik tindakan yang mengklaim sebagai partai yang anti terhadap identitas. Beberapa warganet juga menyalahkan Bawaslu karena dianggap tidak melakukan tindakan apa-apa terhadap kejadian ini.

“Katanya Masjid tak boleh buat kegiatan POLITIK ?! Lalu, yg dilakukan @PDI_Perjuangan ini apa namanya ?! Bagi² amplop merah simbol PDIP isi Rp 300ribu https://t.co/VL489Hio4d, ” kata warganet.

Dalam video tersebut, terlihat amplop berisi uang sebesar Rp300 ribu dan memiliki gambar logo PDIP. Warganet menyatakan bahwa tindakan PDIP ini merupakan tindakan yang tidak etis dan merugikan masyarakat.

Peristiwa pembagian amplop ini dilaporkan terjadi di Kabupaten Sumenep, , saat ribuan jemaah salat tarawih memadati wakaf Said Abdullah pada hari ke-2 puasa. Beberapa orang dari pihak panitia membagikan amplop kepada jemaah setelah salat tarawih. Namun, karena jumlah amplop tidak cukup, banyak jemaah yang tidak kebagian.

“Ooooooh ini yg dimaksud PDIP bersama wong cilik itu ya? Di masjid pula?!, “ujar warganet.

Sepertinya dah jelas kok ada logo partai di amplop, tempatnya masjid terlihat ada mihrabnya. Mau diinterpretasikan gimana dan kapan pun, jelas partai politik di masjid,” jelas lainnya.

“Tuh partai merah kampanye bagi-bagi duit di masjid @bawaslu_RI,”kata warganet.

Menanggapi hal itu akun Tweet menyampaikan bahwa akan menindaklanjuti terkait dengan video yang beredar. “Gimana gak liat Sahabat, udah nyebar kok dimana-mana:( tapi tetap kami tindak lanjuti sesuai dengan prosedur, ya Sahabat, ” katanya.