.id

Jembatan Trans Sulawesi yang menghubungkan wilayah ()- Sulawesi Barat(Sulbar) kini mengalami keretekan, hal ini diakibatkan derasnya air sungai yang tiba- tiba deras lantaran intensitas curah hujan di tidak normal.

Jembatan itu terletak di Kelurahan Buluri Kecamatan Ulujadi, . Keretakan itu terjadi pada Jumat,( 7/4/2023) sekitar pukul 16.20 WITA. Jembatan ini meruapakan satu- satunya akses yang menghubungkan antara Kelurahan Buluri dan Kelurahann Watusampu serta merupakan jalan poros Trans Sulawesi yang menghubungkan Provinsi menuju Provinsi Sulbar.


Kapolsek Barat AKP Rustang menjelaskan,  kejadian dimulai pada pukul 10.00 WITA ketika terjadi hujan di wilayah Kota sehingga membuat Sungai Buluri mengalami kenaikan debit air.


” Pukul 16.20 WITA, tiba-tiba jalan pada jembatan mengalami keretakan yang disebabkan oleh di sekitar bawah jembatan sehingga timbunan yang berada di bawah tiang jembatan tergerus air, “terangnya.

Selanjutnya kata Rustang,pada pukul 16.30 WITA, kendaraan yang akan menuju Palu dan keluar Kota Palu tidak bisa melewati jembatan tersebut. Sehingga untuk arus lalu lintas sementara dialihkan melewati jalan kebun milik warga, serta ada yang melewati sungai dangkal.

” diketahui bahwa retaknya jembatan Buluri tersebut akibat terjadinya dibawah tiang jembatan karena curah hujan yang tinggi. Selain itu, di sekitar tepian jembatan buluri tidak dibuat bronjong untuk menahan abrasi karena mengingat di dekat Sungai Buluri terdapat tambang Galian C dan apabila terjadi hujan material atau batuan kerikil langsung terbawa air menuju ke Sungai Buluri, ” pungkasnya

Diketahui,jembatan Buluri sendiri dibangun pada tahun 1972, sehingga sudah cukup tua dan rentan terhadap kerusakan akibat cuaca ekstrem. Namun, akibat dari kejadian tersebut kerugian personel dan materil masih nihil.

Untuk mengatasi dampak dari retaknya jembatan Buluri tersebut, telah disiapkan rencana untuk membuat jalan pintas bagi kendaraan dengan menggunakan satu unit alat berat Buldozer yang tiba di lokasi kejadian pada pukul 17.20 WITA.