Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Sulawesi Tengah, , telah mulai merencanakan strategi untuk maju dalam Pemilihan () mendatang bersama dr. Reny Lamadjido.

Langkah ini diambil setelah mengalami kegagalan dalam sebelumnya, di mana ia harus mencari koalisi atau partai politik sebagai syarat untuk maju dalam Pilkada. Dalam upayanya menghindari pengalaman yang sama dalam Pilgub 2019, Anwar Hafid telah menyiapkan strategi yang lebih baik.

“Dalam persiapan untuk Pilgub mendatang, salah satu hal penting adalah bagaimana kita dapat mempersiapkan diri sejak awal, namun bukan berdiri sendiri. Oleh karena itu, saya telah memilih dr. Reny Lamadjido, Wakil Walikota , sebagai pasangan saya,” ungkap Anwar Hafid dalam sebuah acara konser yang diselenggarakan oleh Partai Sulawesi Tengah dengan tema “Muda Maju Bersama” pada hari Minggu (04/06) kemarin.

Anwar Hafid berharap agar dr. Reny bersedia menjadi pasangan dalam kontestasi Pilgub yang akan datang pada tahun 2024.

“Dengan latar belakang kariernya sebagai birokrat dan pengalaman terjun ke dunia politik, seperti halnya saya, kami berharap dapat bekerja sama untuk Sulawesi Tengah,” kata Anwar.

Dalam situasi yang baru, di mana Pemilihan Legislatif (Pileg) akan dilaksanakan terlebih dahulu sebelum Pilgub, tiket untuk maju dalam Pilgub belum ada. Oleh karena itu, kolaborasi menjadi fokus utama.

“Kita tahu bahwa dr. Reny berasal dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan saya berasal dari Partai Demokrat. Semoga kursi di DPRD dapat cukup untuk membangun koalisi dalam Pilgub nantinya,” ujar Anwar.

Sementara itu, dr. Reny Lamadjido, Wakil Walikota , enggan memberikan banyak komentar terkait hal tersebut, namun ia menyatakan keinginannya untuk naik kelas. “InsyaAllah, saya akan naik kelas dan bersama-sama mendampingi Anwar Hafid,” tambahnya.