.id – Pengurus Besar Persaudaraan Indonesia Berdzikir (PB-PIB) bersama Majelis Taklim Wanita Sholawat Indonesia (Washotia) menggelar ziarah akbar mengunjungi makam ulama dan tokoh daerah dalam merayakan , 1 Muharram 1445 Hijriyah atau Rabu (19/7/2023).

Kegiatan ziarah akbar tersebut dipimpin langsung Ketua Umum PB-PIB, Buya yang juga sebagai
Dewan Pembina Pusat (DPP) Washotia, dan notabene juga menjabat sebagai anggota DPD/MPR RI Dapil .

Menurutnya, sebagai umat muslim seharusnya kita memang tau akan sejarah Tahun Baru Islam/Hijriyah sebagai sebuah perenungan, dimana dalam catatan sejarah, penetapan awal tahun baru Islam atau awal penanggalan hijriyah merujuk pada peristiwa hijrahnya Nabi Muhammad SAW dari Kota Makkah ke Madinah.

Peristiwa hijrah Nabi tersebut adalah salah satu momen penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada tahun 622 Masehi. Kemudian hari itu ditetapkan sebagai hari pertama dalam penanggalan hijriyah atau kalender Islam yakni 1 Muharram 1 Hijriyah.

“Sejarah penetapan awal penanggalan kalender hijriyah tidak lepas dari peran Khalifah Umar bin Khattab. Karena penentuan awal tahun baru Islam itu diprakarsai oleh Khalifah Umar bin Khattab dengan persetujuan Usman bin
Affan dan Ali bin Abi Thalib,” urai Buya Wartabone.

Adapun tujuan Ziarah Akbar diawali dengan mengunjungi makam H.Rusdy Toana, Tokoh Daerah yang merupakan tokoh pers juga sekaligus pendiri Universitas Muhammadiyah dan menjabat sebagai rektor pertama. Rombongan membacakan yasin dan tahlil bersama di makam yang berada persis di samping masjid Kampus Universitas Muhammadiyah .

Perjalanan kemudian berlanjut dengan berziarah ke makam Syekh Abdullah Raqiy atau yang dikenal dengan Datokarama. Di sana rombongan juga melakukan doa bersama, membacakan tahlil dan melantunkan sholawat Nabi Muhammad SAW.

Kunjungan Ziarah Akbar berakhir di makam Habib Idrus Bin Salim Al-Jufri atau yang dikenal dengan Guru Tua yang berada di kawasan Madrasah Alkhairaat Palu, tepatnya di belakangan Masjid Alkhairaat. Di makam Guru Tua, rombongan melaksanakan Yasinan, Tahlilan, dzikir bersama serta mengakhiri kegiatan dengan Sholat Ashar berjamaah.

Ketua Umum PB-PIB, Buya mengatakan kegiatan ziarah akbar merupakan bagian kecil dari kegiatan ziarah dari puluhan makam ulama yang ada di .

“Hari ini kita lakukan ziarah ke beberapa makam ini hanya sebagian kecil dari 68 makam ulama yg ada di Sulawesi Tengah. Kami berharap ini akan menjadi kegiatan rutin setiap tahun,” ujarnya.

Menurut Wartabone, kegiatan ziarah akbar juga bertujuan untuk mengenalkan kepada masyarakat luas tentang ulama dan tokoh daerah Sulteng yang berjasa dalam penyebaran Islam di tanah Kaili.

“Kita ingin masyarakat Sulawesi Tengah, masyarakat Indonesia pada umumnya mengenal bahwa di Sulawesi Tengah ini memiliki 68 ulama yang berpengaruh, sehingga wajar jika Sulteng ini dikatakan Serambi Haramain, yakni Serambi Mekah dan Madinah,” tandasnya.