BUOL, TRUE STORY – Penjabat Bupati Buol, M. Muchlis Yodjodolo, menyampaikan apresiasi atas hasil evaluasi penyelenggaraan pemerintah daerah secara nasional tahun 2023 oleh Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Buol berhasil meraih skor 2,74, berada dalam kategori sedang.
“Alhamdullilah atas penilaian Kemendagri tersebut. Hasil evaluasi ini juga menjadi jawaban sekaligus konfirmasi atas berbagai rumor ataupun hoax beberapa waktu lalu akan kinerja kami sekaligus kerja bersama seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Kabupaten Buol,” ujar Muchlis.
Muchlis merincikan, beberapa capaian yang telah dilakukan oleh Pemda Kabupaten Buol selama 10 bulan kepemimpinannya, antara lain:
1.Menerima bantuan hibah mobil pemadam kebakaran dan ambulans dari Jepang untuk optimalisasi layanan kesehatan melalui Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri.
2.Kerjasama akses investasi dengan pengusaha Jepang untuk pasar komoditi jagung.
3. Pemberian beasiswa full gratis dari Yayasan Pendidikan Athirah Makassar untuk siswa/siswi berprestasi dari keluarga tidak mampu di Kabupaten Buol.
4.Inisiatif pengusulan kepada Pemerintah Pusat untuk pembukaan beberapa ruas jalan di wilayah Kabupaten Buol, sebagai Prioritas Infrastruktur Sulawesi Tengah untuk membuka akses barang dan jasa.
5. Training peningkatan kompetensi siswa dan guru Kabupaten Buol dalam rangka peningkatan numerasi dan literasi pendidikan, bekerjasama dengan Lembaga Pendidikan ZENIUS Primagama.
6. Kolaborasi dengan Pemda Kabupaten Sumedang dalam rangka SPBE dan Percepatan Penurunan Stunting.
7. Kerjasama dengan Politeknik Transportasi Darat Indonesia-Sekolah TinggiTransportasi Darat (PTDI-STTD) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) pola pembibitan dalam rangka mencetak tenaga ahli di bidang transportasi darat.
8. Kontrak kerjasama dengan Yayasan Teknologi Indonesia Jaya (Prof.Yohanes Surya), sebagai upaya peningkatan kompetensi siswa/siswi Kabupaten Buol, dalam Bidang Sains dan matematika.
9. Kerjasama dengan Provinsi Jawa Barat tentang Merit Sistem Pegawai dan Pelayanan Publik serta Potensi Daerah.
10. Fasilitator sekaligus mediator antara masyarakat dan perusahaan perkebunan sawit, dengan membentuk tim gabungan (pemerintah, petani/pemilik lahan, perusahaan dan lembaga swadaya masyarakat).
11. Kerjasama dengan Universitas Hasanuddin dalam pembuatan kajian yang komperhensif tentang pertambangan mineral dan batuan di Kabupaten Buol.
12. Menginisiasi pembukaan beberapa Program Studi perkuliahan dalam pembelajaran jarak jauh Universitas Tadulako, yang telah mendapat persetujuan dari Kemendikbudristek RI.
13. Pembangunan Kawasan Transmigrasi di Kecamatan Palele yang telah memasuki tahap finishing.
Muchlis menambahkan, dirinya akan terus menjalankan tugas pemerintahan di Buol sampai batas waktu yang ada yakni pada bulan Oktober 2023.
“Soal perpanjangan atau tidak, biarlah menjadi kewenangan Kemendagri dan gubernur serta tentu saja takdir Allah selanjutnya,” terang Muchlis.
“Saya bukan orang yang berambisi atas jabatan, karena jabatan adalah amanah. Jika masih di perpanjang saya akan menjalankan amanah negara tersebut dengan sebaik-baiknya dan bertanggung jawab, jika tidak saya akan kembali bertugas di Provinsi Sulawesi Tengah,” tambah putra Alm. Kisman Yodjodolo, tokoh senior Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Sulawesi Tengah tersebut.
Perihal perjalanan karir selanjutnya, Ketua IKAPTK (Ikatan Keluarga Alumni Pandidikan Tinggi Kepamongprajaan) Sulawesi Tengah ini menegaskan sebagai ASN dirinya tidak boleh berpolitik praktis, maka saat ini karir yang di tempuh adalah karir birokrasi
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.