Palu,treustory- Erupsi Gunung Ruang di Manado, Sulawesi Utara, yang terjadi tanggal 17 April 2024, berdampak terhadap udara di wilayah Palu dan sekitarnya dengan gas sulfur dioksida (SO2). Gas berbahaya ini dapat mempengaruhi kesehatan manusia dan tumbuhan.
Menurut data Stasiun Pemantauan Atmosfer Global Lore Lindu Bariri, per tanggal 20 April 2024, nilai SO2 di wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo tergolong berbahaya. Di Kota Palu, SO2 masih dalam kategori sedang.
Namun, sejak 21 April 2023, gas SO2 mulai bergeser ke wilayah Sulawesi Tengah. Pada tanggal 22 April, SO2 terdeteksi di wilayah Kota Palu, Donggala, Parigi Moutong, Sigi, Poso, Ampana, Morowali, Morowali Utara, dan bagian barat Teluk Palu dalam kategori berbahaya.
Koordinator Data dan Informasi Stasiun Pemantauan Atmosfer Global Lore Lindu Bariri, Solih Alfiandy, menjelaskan bahwa SO2 adalah gas beracun yang dihasilkan oleh aktivitas manusia dan alam, seperti aktivitas galian C dan letusan gunung berapi.
Gas SO2 ini tidak dapat bertahan lama di udara dan akan bergeser mengikuti arah angin. Hujan juga dapat membantu membersihkan SO2 dari udara.
Meskipun SO2 tidak akan bertahan lama, gas ini dapat berdampak pada kesehatan manusia, seperti iritasi mata, batuk berdahak, sakit tenggorokan, dan infeksi saluran pernapasan akut (ISPA). SO2 juga dapat merusak tumbuhan.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.