Palu,truestory.id- Para aktivis mahasiswa Sulawesi Tengah mengajak calon gubernur Ahmad Ali dalam diskusi terbuka untuk menyoroti isu krusial pendidikan di wilayah ini.
Ahmad Ali menanggapi berbagai keluhan terkait keterbatasan akses pendidikan di pelosok, beasiswa yang sering tak tepat sasaran, hingga tingginya angka putus sekolah.
Ia menegaskan komitmennya untuk memperbaiki akses dan kualitas pendidikan jika terpilih.
Sorotan aktivis mahasiswa dalam acara “Kongkow Aktivis Bareng Calon Pemimpin” yang digelar oleh Sinergi Muda Indonesia di Sin Coffee, Jumat malam (8/11/2024).
Salah satu mahasiswa dari Universitas Tadulako, Muhammad Fauzan, menyoroti kondisi di daerah Uwentumbu, di mana sekitar 200 anak sekolah terhambat akses karena banjir sungai saat musim hujan.
Menanggapi hal ini, Ahmad Ali menyampaikan keprihatinannya dan menekankan pentingnya membangun sekolah di dekat permukiman dan menyediakan fasilitas seperti bus sekolah.
Ahmad Ali juga berkomitmen untuk meningkatkan infrastruktur jalan demi kelancaran akses pendidikan.
Ia berjanji untuk mengaspal jalan-jalan di daerah transmigrasi dalam satu tahun pertama masa jabatannya jika terpilih.
Menurutnya, konektivitas jalan adalah langkah awal yang vital untuk memastikan pendidikan dapat diakses oleh semua anak.
Komitmen Ahmad Ali terhadap pendidikan tak hanya muncul baru-baru ini. Sebagai anggota DPR RI, ia pernah membiayai beasiswa bagi ratusan mahasiswa Sulteng hingga jenjang pasca sarjana.
Kini, jika terpilih sebagai gubernur, Ahmad Ali berharap bisa memanfaatkan APBD untuk mengembangkan pendidikan di daerah ini.
Selain itu, ia prihatin atas jumlah besar anak yang putus sekolah di Sulteng karena keterbatasan ekonomi dan kurangnya bangku sekolah.
Untuk itu, ia bersama pasangannya Abdul Karim Al Jufri, akan mengupayakan program perlengkapan sekolah gratis agar meringankan beban keluarga yang membutuhkan.
Ahmad Ali juga menegaskan bahwa gubernur harus mampu bekerja sama dengan wali kota dan bupati untuk memastikan anggaran pendidikan di seluruh wilayah berjalan optimal.
“Gubernur jangan anggap wali kota atau bupati sebagai lawan. Sebaliknya, perlu duduk bersama untuk membangun daerah,” jelasnya.
Ia juga memiliki visi mendirikan sekolah-sekolah kejuruan berbasis potensi daerah, seperti sekolah perikanan di pesisir pantai dan sekolah migas di daerah potensi gas alam.
Menurutnya, anak-anak setempat perlu dibekali keahlian yang sesuai agar bisa berperan aktif dalam pengelolaan sumber daya di wilayahnya.
Dengan tagline “BERAMAL,” Ahmad Ali hadir di tengah mahasiswa, meyakinkan mereka akan komitmennya untuk memajukan pendidikan dan membuka akses yang lebih luas bagi generasi muda di Sulteng.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.