,truestory.id- Hasil terbaru terkait pemilihan gubernur Sulawesi Tengah (Pilgub ) semakin ramai diperbincangkan. Berbagai menunjukkan hasil yang berbeda-beda mengenai elektabilitas para kandidat, namun hanya Ahmad Ali yang mendapat dukungan dari lembaga survei yang terdaftar di Komisi Pemilihan Umum ().

Beberapa hari terakhir, media gencar mengeluarkan hasil survei elektabilitas para pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Sulawesi Tengah. Setiap calon diklaim sebagai yang unggul, tergantung pada lembaga survei yang merilis data tersebut.

Menariknya, hanya survei dari Indikator Indonesia, lembaga survei terdaftar di , yang menempatkan Ahmad Ali dan Abdul Karim Al Jufri sebagai kandidat paling populer di Pilgub .

Berdasarkan survei ini, pasangan tersebut berada di puncak elektabilitas, diikuti oleh pasangan Anwar Hafid-Reny Lamadjido dan Rusdy Mastura-Sulaiman Agusto Hambuako.

Namun, hasil survei lain dari ARCHY Research and Strategy Indonesia dan Pilar Bangsa Research menunjukkan kandidat berbeda sebagai yang teratas.

Meski demikian, lembaga survei tersebut tidak terdaftar di KPU, sehingga menimbulkan pertanyaan mengenai kredibilitas data mereka.

Pengamat Universitas Tadulako, Irwan Waris, menyatakan bahwa perbedaan hasil survei adalah hal yang wajar karena bergantung pada metode yang digunakan.

Ia menekankan pentingnya metode yang tepat agar hasil survei memiliki tingkat akurasi tinggi.

Sebagai informasi, ada 81 lembaga survei yang telah terdaftar di KPU untuk Pemilu 2024, termasuk Indikator Politik Indonesia yang digunakan oleh Ahmad Ali.

Hal ini menandakan upaya pasangan tersebut untuk merujuk pada data dari sumber yang terverifikasi dan kredibel.