Trustory.id – Ada banyak cara dalam menjaga kelestarian alam. Namun, tak banyak yang melakukannya dengan sesuatu yang simpatik dan bernilai positif. Aksi bersih sampah di puncak Nokilalaki,adalah salah satunya.
Bentuk kepedulian terhadap kebersihan yang digalakkan tujuh Jurnalis di Palu,yakni Amar Sakti(Mercusuar) , Abdul Faiz M Sengka(Metrosulawesi), Mitha Mainansi (Metro Tv),Mohammad.Arief(Truestory.id), Rian Saputra (TVRI), Yardin Hasan ( Ketua AJIĀ Palu) dalam misi kegiatan positif.
Mereka awalnya pada 28 hingga 30 April 2023 hanya ingin menaklukan puncak gunung Nokilalaki dengan berada di ketinggian 2.355 (MDPL)meter di atas permukaan laut.Namun, sangat disayangkan tepatnya di shelter ll dan lll terlihat pemandangan yang menjijikan, dan kotor.Bagaimana tidak,jika di alam indah dan udara segar, terlihat sampah yang semeraut berhamburan.
Dengan bermodalkan plastik sampah di sekitaran lokasi, mereka langsung reaksi cepat membersihkan sampah-sampah yang ditinggalkan sejumlah orang yang mengklaim diri sebagai pecinta alam.
Dari aksi tersebut terkumpul sedikitnya tiga kilogram sampah plastik yang ditinggalkan pendaki lainnya. Selain sampah botol ada pula bungkus rokok, bungkus makanan, kemasan kue dan tas keresek, galon mini hingga sepatu dan sandal rusak yang berserakan begitu saja.
Amar Sakti, Jurnalis Mercusuar yang sudah berpengalaman melakukan pendakian di beberapa gunung di Indonesia, mengatakan, sampah yang tinggalkan begitu saja, dipastikan bukan dilakukan oleh kelompok pencinta alam.
”Biasanya dilakukan oleh pendaki baru yang coba-coba,” katanya.
Mestinya saat melakukan pendakian material sampah non organik tidak perlu dibawa. Jika dibawa maka harus diminimalkan. Jika sudah kehabisan energi, tidak ada lagi fikiran untuk membawa kembali sampah-sampah itu. Apa lagi jika pendaki yang bersangkutan tidak menyiapkan wadah untuk menampung sampah selama di perjalanan.
Abdul H Faiz wartawan Metro Sulawesi yang terlihat gesit mengumpulkan sampah-sampah plastik mengatakan, sebelumnya ia dan teman-temannya pernah melakukan pendakian dengan misi mengumpulkan sampah di dua titik perhentian (shelter dua dan tiga) tempat peristrahatan sebelum menuju puncak.
Hasilnya dua kantong plastik besar, mereka kumpul dan angkut kembali. Wartawan yang hobi mendaki ini bilang, saat melakukan pendakian seminim mungkin wadah plastik ditiadakan. Jika harus membawa air bisa diganti dengan wadah tumbler. Namun kata dia, misi membersihkan sampah plastik yang dilakukannya bersama kawan-kawannya tak kunjung menyadarkan pendaki pemula untuk tak meninggalkan sampah. ”Buktinya sampah masih terus ada,,” katanya sambil mengangkat tas keresek bermerek ritel waralaba tertentu.
Heri Susanto Jurnalis liputan6.com, bilang saatnya otoritas pengelola pendakian Gunung Nokilalaki mendirikan chek point di pintu terakhir sebelum titik pendakian. Fungsinya untuk mengecek material apa saja yang dibawa selama mendaki. Saat turun, barang pendaki dicek kembali. ”Ini untuk memastikan mereka tidak meninggalkan sampah di atas gunung. Jika terbukti ada material sampah yang tertinggal maka harus diberi punishment dalam bentuk denda, untuk memberi efek jera,” katanya menyarankan.
Mita Meinansi Jurnalis Metro TV, mengamini saran Heri Susanto tersebut. Menurut Mita jika tidak dibuatkan aturan ketat soal perilaku pendaki – maka sampah plastik akan menjadi pemandangan biasa di jalur pendakian Gunung Nokilalaki.
Sementara itu, Herawati(39) salah seorang warga yang berjualan di kaki gunung pintu masuk Nokilalaki,Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah menuturkan, dulunya pihak Balai Besar Taman Nasional Lore Lindu (BBTNLL) telah menyiapkan wadah penampungan sampah di pintu masuk.
” Beberapa tahun lalu,ada dua drum disiapkan pihak Balai.Jadi setiap pendaki wajib buang sampah di tempat itu jika usairlakukan pendakian, ” katanya.
Namun, kondisi tong sampah dari Drum itu tidak bertahan lama.Disebabkan,cuaca yang tak menentu. ” kadang hujan, kadang kan panas. Jadi lama kelamaan hancur Drumnya, “imbuhnya.
Dia berharap adanya perhatian dari instansi terkait untuk memperhatikan kebersihan di kawasan pintu masuk Gunung Nokilalaki bahkan bila perlu hingga ke lokasi puncak agar kebersihan dan keindahan serta kelestarian alam tertap terjaga.
” Kami warga sekitar ini juga tentu akan peduli akan kebersihan kawasan,utamanya itu wadah pembuangan sampah harus disiapkan biar semuan peduli kebersihan, bukan hanya untuk para pendaki namun juga untuk warga sekitar tentunya, “pungkasnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.