PALU, TRUE STORY – Gubernur Sulawesi Tengah H.Rusdy Mastura mengajak masyarakat Sulawesi Tengah khususnya masyarakat asli suku Kaili untuk mensukseskan pelaksanaan Muktamar Besar Alkhairaat ke XI yang akan digelar pada tanggal 27-30 September 2023 mendatang.
Dalam pertemuan dengan panitia Muktamar Alkhairaat di Palu, Senin (11/09/2023), Rusdy Mastura mengatakan bahwa Alkhairaat adalah lembaga perguruan Islam yang dibawa oleh Habib Idrus bin Salim Aljufri atau Guru Tua di Sulawesi Tengah, untuk mengajarkan pendidikan agama di bumi Tadulako ini. Olehnya masyarakat Sulawesi Tengah khususnya masyarakat asli suku Kaili harus menjaga dan memperhatikan Alkhairaat, yang merupakan salah satu lembaga pendidikan agama terbesar di Indonesia timur ini.
“Alkhairaat ini miliki kita bersama karena Guru Tua memiliki jasa besar terhadap daerah ini, dalam menyebar pendidikan agama. Olehnya kita masyarakat Kaili memiliki tanggung jawab dan memperhatikan Alkhairaat, tidak ada yang merasa memiliki secara person terhadap Alkhairaat,” kata Rusdy Mastura.
Dirinya juga menekankan, Muktamar Alkhairaat harus tetap terlaksana sebab ini merupakan amanah yang harus dilakukan, dan masyarakat Kaili harus mensukseskannya karena bagian dari Alkhairaat. Rusdy Mastura yang juga tokoh suku Kaili ini berharap, pelaksanaan Muktamar Alkhairaat dapat berjalan dengan baik dan lancar, dan berharap menghasil sebuah keputusan yang dapat membesarkan Alkhairaat yang lebih baik.
Hal senada juga disampaikan oleh H.Husen Habibu yang juga tokoh masyarakat suku Kaili. Ia mengatakan bahwa Alkhairaat adalah lembaga yang dibangun oleh Habib Idrus bin Salim Aljufri untuk masyarakat Sulawesi Tengah dan seluruh masyarakat Indonesia khususnya masyakat suku Kaili yang merupakan suku asli dan terbesar di Sulawesi Tengah.
“Olehnya itu, masyarakat Kaili berkewajiban menjaganya, marwah dan seluruh kepentingan Alkhairaat harus bersentuhan dengan masyarakat Kaili. Karena hadirnya Guru Tua di tanah Kaili tidak bisa di pisahkan dengan suku Kaili,” kata Husen Habibu.
Ia juga menegaskan bahwa warisan Alkhairaat ini bukan diperuntukan karena keturunannya, tetapi semua masyarakat muslim khususnya masyarakat Kaili. Ia mengajak masyarakat Kaili untuk mensukseskan pelaksanaan Muktamar Alkhairaat yang akan digelar dalam waktu dekat ini.
“Diakhir pesannya Husen Habibu menyatakan, bila terjadi hal hal yang terjadi dalam internal dalam lingkup Alkhairaat harus diselesaikan secara intetnal dan jangan membawa bawa Alkhairaat. Sebab kata dia, lembaga Alkhairaat merupakan milik ummat,” tutupnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.