,.id- Anggota DPRD , Marselinus, mengungkapkan kekhawatirannya atas laporan masyarakat terkait penyalahgunaan fasilitas koperasi , yang dilaporkan diubah menjadi minimarket kecil.

Selain itu, ia menerima informasi bahwa pihak kantin diminta membayar Rp3,5 juta untuk perbaikan fasilitas kantin.

“Saya berharap para wakil rakyat di segera turun untuk melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke sekolah-sekolah,” ujar Marselinus. Selasa (22/10/2024).

Marselinus juga meminta Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk memeriksa penggunaan Dana Bantuan Operasional Sekolah () di setiap sekolah.

Ia menyoroti banyaknya keluhan dari masyarakat mengenai permintaan dana dari pihak sekolah kepada orang tua dengan berbagai alasan, padahal sekolah negeri seharusnya memberikan pendidikan gratis.

“Saya banyak mendengar keluhan masyarakat, mulai dari pagar sekolah yang roboh hingga pertemuan orang tua yang sering kali berujung pada permintaan tambahan dana. Cat ruangan kelas juga dimintakan lagi dari orang tua murid,”ungkapnya.

“Saya berharap DPRD Palu segera turun tangan melakukan inspeksi untuk memastikan penggunaan dana dan fasilitas sekolah sesuai dengan aturan,” tambahnya.

Marselinus mendesak agar pengelolaan dana dan fasilitas sekolah diperbaiki guna mencegah beban finansial tambahan yang tak semestinya dibebankan kepada orang tua murid.