Banggai,.id – kembali mencatat prestasi gemilang. Angka kemiskinan di daerah ini menjadi yang terendah se-, hasil kerja keras pemerintah daerah yang konsisten menekan kemiskinan dalam tiga tahun terakhir.

Hal itu disampaikan Banggai Amirudin saat membuka Rapat Koordinasi Tim Penanggulangan Kemiskinan Daerah (TKPKD) Tahun 2025, di Ruang Rapat Pahangkabotan Kantor Bappeda, Selasa (21/10/2025).

Rapat kali ini mengusung tema “Integrasi Data dan Konversi untuk Eliminasi Kemiskinan Daerah.”

Amirudin menyampaikan, tren penurunan kemiskinan di Banggai menunjukkan hasil menggembirakan.

Berdasarkan data , pada tahun 2023 angka kemiskinan tercatat 6,94 persen, turun menjadi 6,56 persen pada 2024, dan kembali menurun ke 6,23 persen per Maret 2025.

Alhamdulillah, kalau kita sandingkan dengan kabupaten lain di , Banggai berada di urutan pertama dengan angka kemiskinan terendah,” ujar Amirudin.

Ia menegaskan, keberhasilan menekan angka kemiskinan harus dijaga dengan kerja lintas sektor yang terpadu.

Menurutnya, upaya pengentasan kemiskinan bukan tanggung jawab satu instansi semata, melainkan memerlukan sinergi antara pemerintah daerah, lembaga vertikal, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

“Saya berharap kita dapat mengidentifikasi akar masalah kemiskinan secara akurat, mengevaluasi efektivitas yang telah berjalan, dan memastikan program baru berbasis data by name by address agar benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

Amirudin juga menekankan pentingnya pola padat karya dalam kegiatan pembangunan fisik di tingkat kecamatan.

Ia meminta seluruh camat agar tidak lagi menggunakan sistem kontraktual, melainkan melibatkan langsung masyarakat setempat.

Langkah tersebut diyakini dapat mempercepat pengentasan kemiskinan melalui peningkatan kesempatan kerja dan pendapatan masyarakat.

Sebagai bagian dari kegiatan, Bupati Amirudin menyerahkan Surat Keputusan (SK) Pendamping Kecamatan secara simbolis kepada para pendamping yang terpilih.

Rakor TKPKD 2025 menjadi momentum memperkuat komitmen seluruh unsur pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan inklusif dan berkelanjutan.

Dengan sinergi yang solid, integrasi data yang valid, dan program yang terarah, Pemerintah optimistis dapat terus menurunkan angka kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.