Palu,truestory.id – Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, secara resmi membuka Rapat Koordinasi Tim Koordinasi Penanggulangan Daerah () dan Forum Konsultasi Publik Rancangan Peraturan Gubernur tentang Rencana Penanggulangan Daerah (RPKD) Provinsi Sulawesi Tengah Tahun 2025–2029, Kamis (7/11/2025) di Ruang Rapat Nagana Bappeda .

Dalam sambutannya, menegaskan bahwa upaya menekan angka kemiskinan merupakan agenda strategis yang membutuhkan sinergi lintas sektor.

Ia meminta seluruh Wakil Bupati dan Wakil Wali Kota selaku Ketua untuk memahami kondisi kemiskinan di wilayahnya dan memastikan setiap program benar-benar tepat sasaran.

“Kenapa saya dan Pak Gubernur memprioritaskan Berani Sehat dan Berani Cerdas? Karena dua hal itu adalah akar persoalan kemiskinan yang harus diselesaikan,” ujar Reny.

Program penetasan kemiskinan, lanjutnya, menjadi bagian penting dari komitmen Pemerintah Provinsi melalui program 9 BERANI, yang sejalan dengan agenda Nawacita Presiden dalam mempercepat pembangunan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Tema tahun ini, “Penguatan Kelembagaan TKPKD dan Kolaborasi Multi Pihak dalam Mendorong Efektivitas Penanggulangan Kemiskinan melalui Transformasi Sosial, Ekonomi, Infrastruktur, dan Tata Kelola,” menegaskan pentingnya pendekatan terpadu dan sistematis.

Berdasarkan data Maret 2025, tingkat kemiskinan di Sulteng tercatat 10,92 persen atau 356,19 ribu jiwa, dengan kemiskinan ekstrem sebesar 1,27 persen.

berharap ini menjadi titik konsolidasi antara pemerintah provinsi dan kabupaten/kota.

Kegiatan ditutup dengan penandatanganan berita acara Forum Konsultasi Publik RPKD oleh 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah