Palu,truestory.id- Sejumlah warga yang mengaku sebagai korban platform investasi online OMC mendatangi kantor layanan OMC di kawasan Jalan Tangkasi, Kelurahan Birobuli Selatan kota Palu, Selasa (8/7/2025). Sayangnya, kantor tersebut tampak kosong dan tak lagi beroperasi.
Para member mengaku kecewa dan merasa tertipu karena tak bisa menarik dana yang telah mereka setor ke aplikasi tersebut.
Salah satu korban, Alian mengatakan bahwa awalnya ia diajak oleh teman untuk bergabung karena dijanjikan keuntungan besar.
“Saya ikut dua minggu lalu, belum pernah dapat apa-apa. Kemarin dijanjikan dapat 5 juta, tapi sampai sekarang tidak ada,” ujarnya.
Menurutnya, aplikasi OMC hari ini dijadwalkan untuk pencairan dana. Namun saat mencoba menarik, sistem justru meminta setoran tambahan.
“Mau tarik Rp3 juta, malah disuruh depo Rp810 ribu, tapi yang bisa ditarik cuma Rp81 ribu,” ungkapnya.
Alian menambahkan, dirinya datang untuk meminta pertanggungjawaban dari pihak OMC karena telah menyetor lebih dari Rp2,7 juta.
Ia menduga banyak korban lain yang mengalami hal serupa.
Mayoritas korban adalah pedagang kecil dan pekerja harian, petani dari berbagai daerah seperti Palu dan sekitarnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.