Morut,truestory.id- Hari itu, Jumat, 03 Januari 2025, suasana di camp CV. Surya Amondo Perkasa, Desa Lambolo, Kabupaten Morowali Utara berubah mencekam. Sekitar pukul 17.30 WITA, hujan deras yang turun sejak siang hari memicu banjir bandang yang datang dengan tiba-tiba.
Tak hanya air yang deras, gelondongan kayu besar ikut terbawa arus, menghantam bangunan camp hingga hanyut seketika.
Dari video yang beredar di media sosial, terlihat bagaimana derasnya air membawa material kayu, lumpur, dan puing-puing bangunan.
Bencana ini tidak hanya menghancurkan fisik camp, tetapi juga meninggalkan luka mendalam.
Salah satu pekerja, Samsul Alam, ditemukan meninggal dunia, sementara dua pekerja perempuan lainnya terluka dan kini menjalani perawatan intensif di Puskesmas Tambayoli.
Masyarakat sekitar turut merasakan kepedihan dari tragedi ini. Cuaca ekstrem yang terus berlangsung menimbulkan kekhawatiran akan adanya potensi bencana susulan.
Bencana ini menjadi pengingat keras bahwa dampak kerusakan lingkungan, termasuk alih fungsi lahan dan deforestasi, dapat memperburuk risiko banjir bandang.
Semoga kejadian ini menjadi pelajaran bagi semua pihak untuk lebih peduli terhadap lingkungan dan keselamatan kerja.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.