,truestory.id- PT Bank Pembangunan Daerah Sulawesi Tengah () terus untuk memperkuat layanan publik dan mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Langkah ini dilakukan dengan memperluas digitalisasi layanan perbankan, yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan kepuasan nasabah.

“Kami setiap waktu diri untuk meningkatkan pelayanan,” kata Direktur Utama , Ramiyatie, di , Rabu (8/5).

Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah digitalisasi layanan, yang diharapkan mampu meningkatkan efisiensi dan memperbesar kontribusi PAD.

Sebagai bank milik pemerintah daerah, Bank menyetorkan dividen kepada Pemprov dan pemerintah kabupaten/kota yang memiliki saham.

Pada tahun 2024, Pemprov Sulteng diproyeksikan menerima dividen sebesar Rp52 miliar.

Hal ini diungkapkan Ramiyatie usai kunjungan spesifik Komisi II DPR RI yang dipimpin Ketua Komisi II Rifqinizamy Karsayuda, bersama Dirjen Keuangan Daerah Kemendagri Agus Fatoni dan Inspektur IV Kemendagri Andra.

Dalam pertemuan tersebut, Bank Sulteng diapresiasi sebagai satu-satunya Pemprov Sulteng dengan status keuangan sehat.

Ramiyatie menambahkan, dari 13 kabupaten/kota di Sulteng, hanya Pemkot Palu yang belum memanfaatkan Bank Sulteng secara maksimal, meskipun tetap menerima dividen sebesar Rp5 miliar pada 2024.

Ketua Komisi II Rifqinizamy Karsayuda menyatakan, pihaknya sedang menyusun regulasi untuk memastikan menjadi penggerak ekonomi daerah, bukan beban.

“Mungkin ada yang harus dibubarkan, daripada terus menjadi beban,” ujarnya.