Truestory– Persoalan penerangan jalan masih menjadi keluhan warga saat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Palu dari Daerah pemilihan Palu Timur-Mantikulore, Farden Saino melaksanakan reses atau serap aspirasi catur wulan II tahun sidang 2023, Rabu (12/7/2023). Reses mendatangkan warga dari Kelurahan Tanamodindi, Besusu Timur, Besusu Tengah, dan Lolu Selatan.
Salah satu warga Jalan Lagarutu, Thomas meminta adanya perbaikan jalan lorong dan penerangan jalan dengan jumlah lima mata lampu. “Kalau bisa jalan dan lampu bisa menjadi prioritas,” ujarnya.
Kemudian, Mery warga jalan Setia Budi, menjelaskan bahwa untuk keluhan saat ini terkait dengan perbaikan aliran sungai, dan sampai saat ini belum ada tidak lanjut pengerukan sungai. Menurutnya sebelumnya ada aktivitas pengerukan sungai akan tetapi masih belum maksimal. Hal itu dikarenakan material dari pengerukan hanya disimpan di pinggir sungai dan saat hujan pasti kembali meluap dan masuk ke rumah warga. “Tidak hanya itu kami juga sama meminta penerangan jalan atau mata lampu disepanjang bantaran sungai pondo,” tambahnya.
Menanggapi keluhan warga itu, anggota DPRD Kota Palu dari Partai Golkar, Farden Saino menyampaikan bahwa sebagai tugas DPRD tentunya yang dinantikan adalah bertemu dengan masyarakat, selain melaksanakan tugas kedewanan lainnya, olehnya momen inilah bisa menjadi kesempatan untuk menerima penyampaian langsung atau aspirasi dari masyarakat.
Dirinya mengakui bahwa adanya usulan yang belum terakomodir, dikarenakan ada penyesuaian anggaran dari pemerintah Kota, namun ada beberapa aspirasi yang sementara proses, dan sudah teralisasi meski belum semuanya. “Namun ada aspirasi warga terkait dengan penerangan jalan yang sudah terakomodir,” katanya.
Tidak hanya penerangan jalan, melainkan ada pekerjaan pembuatan saluran air yang sudah dikerjakan maupun yang akan dikerjakan di tahun 2023, seperti di Jalan Maleo. Kemudian, bantuan untuk warga yaitu pembuatan kadang ayam seperti di Tanjung Pesik dan juga di wilayah Kawatuna juga sudah terakomodir.
“Dan perlu diketahui bahwa saat ini sudah ada pengusulan mata lampu sejumlah 6000 mata lampu. Semoga dengan kahadiran mata lampu yang diadakan ini bisa mengakomodir aspirasi warga yang belum, tetapi sudah banyak lampu yang terealisasi seperti BTN Kopri dan Kelurahan Lasoani,” katanya.
Farden juga menambahkan dengan adanya keluhan warga berkaitan dengan kelangkaan gas Elpiji Subsidi, sudah menjadi perhatian khusus DPRD Kota Palu, dan anggota DPRD juga telah menjadwalkan pembahasan dengan pihak terkait dengan kelangkaan juga penjualan diatas HET. “Kalau soal gas Elpiji kami di DPRD saat ini juga akan memanggil pihak terakit, semoga bisa secepatnya menemupan jalan keluar yang terbaik untuk masyarakat,”tambahnya.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.