Jakarta,truestory.id — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan () merilis pandangan iklim (Climate Outlook) tahun 2026 yang memperkirakan kondisi iklim berada dalam kategori normal.

Informasi ini disampaikan Kepala , Teuku Faisal Fathani, dalam konferensi pers di Gedung D Command Center MHEWS BMKG, Jakarta Pusat.

Faisal menjelaskan, prediksi ini disusun melalui analisis dinamika atmosfer dan laut berbasis perhitungan fisis serta dukungan kecerdasan buatan (AI).

Menurutnya, informasi pandangan iklim menjadi referensi penting bagi pemerintah, pelaku usaha, dan pemangku kepentingan lainnya dalam penyusunan kebijakan jangka menengah maupun mitigasi risiko.

Berdasarkan pengamatan November 2025, fenomena La Nina lemah masih terpantau di Samudra Pasifik dan diperkirakan berlangsung hingga Maret 2026 sebelum bergeser menuju fase netral.

Kondisi netral diprediksi bertahan hingga akhir tahun. Sedangkan di Samudra Hindia, fenomena Indian Ocean Dipole (IOD) negatif diproyeksikan melemah dan kembali netral selama 2026.

BMKG memprediksi sekitar 94,7 persen wilayah akan mengalami curah hujan tahunan dengan sifat normal pada kisaran 1.500–4.000 mm. Sementara 5,1 persen wilayah lainnya berpotensi berada pada kategori atas normal.

Suhu udara tahunan diproyeksikan berkisar 25–29°C, dengan beberapa wilayah pesisir dan dataran rendah mengalami suhu di atas 28°C.

Deputi Bidang Klimatologi BMKG, Ardhasena Sopaheluwakan, menilai kondisi iklim normal dapat mendukung kualitas udara tetap baik, namun potensi bencana tetap perlu diantisipasi.

Ia mengingatkan ancaman hidrometeorologi ketika musim hujan serta risiko kebakaran hutan dan lahan pada musim kemarau.

BMKG mendorong pemanfaatan informasi iklim untuk sektor , perkebunan, energi, kesehatan, dan sumber daya air guna memperkuat produktivitas dan ketahanan masyarakat sepanjang 2026.