PALU, TRUE STORY – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sulawesi Tengah mengingatkan kepada warga agar meningkatkan kewaspadaan menghadapi musim kemarau. Saat ini, ada 11 titik panas (hot spot) yang tersebar di delapan wilayah.
Hal itu dikatakan Kepala BPBD Sulteng Akris Fatta Yunus kepada media, Jumat (25/8/2023) di Palu.
Menurut Akris, sebaran titik panas itu sudah berpotensi berdampak kebakaran. Sebaran titik panas yaitu di Kabupaten Sigi, Buol, Banggai, Morowali, Poso, Tojo Unauna, dan daerah lainnya.
“Sehubungan dengan kondisi tersebut, kami mengimbau kepada masyarakat untuk tidak sembarang membuang puntung rokok. Begitupula petani yang hendak membuka lahan agar tidak membakar,” kata Akris.
Akris juga meminta kepada masyarakat agar tidak boros air baik untuk kepentingan pertanian maupun rumah tangga.
“Menghadapi musim kering, kami sudah menyiapkan sejumlah langkah dengan menyiapkan personil hingga ke daerah,” kata Akris.
BPBD Sulteng juga berkoordinasi dengan instansi terkait, seperti TNI–Polri, Dinas Kehutanan, dan Dinas Lingkungan Hidup, untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
“Kami juga meminta kepada masyarakat untuk berperan aktif dalam upaya pencegahan kebakaran hutan dan lahan,” kata Akris.
BPBD Sulteng mengingatkan kepada masyarakat bahwa kebakaran hutan dan lahan dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, seperti kerusakan lingkungan, pencemaran udara, dan gangguan kesehatan.
Tinggalkan Balasan
Anda harus masuk untuk berkomentar.