Donggala,truestory.id — Bupati Donggala menerima audiensi sejumlah Organisasi Masyarakat Sipil (OMS) di ruang kerjanya. Dalam pertemuan itu hadir perwakilan Yayasan Sikola Mombine, WALHI Sulawesi Tengah, SHEEP Indonesia, Evergreen Indonesia, serta IMUNITAS.
Para peserta memaparkan wilayah program dan kegiatan yang tengah dijalankan di Kabupaten Donggala.
Pada pertemuan tersebut, OMS mengajukan usulan pembentukan Forum Multi Pihak sebagai wadah kerja bersama untuk mempercepat pencapaian target RPJMD serta visi-misi Bupati dan Wakil Bupati Donggala.
Forum ini direncanakan melibatkan pemerintah daerah, OMS, akademisi, komunitas, serta media, dengan Bappeda Donggala sebagai pengampu koordinasi.
Melalui forum ini, inisiatif berbagai organisasi yang selama ini berjalan terpisah diharapkan saling melengkapi dan memberi dampak pembangunan yang lebih luas.
Direktur Eksekutif Yayasan Sikola Mombine, Nur Safitri Lasibani, menegaskan bahwa forum tersebut tidak membebani anggaran daerah karena OMS memiliki sumber pendanaan mandiri.
Ia menilai kolaborasi ini dapat menjadi bentuk dukungan terhadap efisiensi anggaran sekaligus memperkuat citra kepemimpinan Bupati Donggala sebagai pemimpin perempuan yang inklusif dan partisipatif.
Perwakilan WALHI Sulawesi Tengah, Stevandi, menambahkan bahwa Forum Multi Pihak dapat menjadi kanal baru dalam advokasi kebijakan agar proses dialog dengan pemerintah berjalan lebih efektif.
Selain meningkatkan sinergi, forum ini juga disebut dapat membuka akses kepada sumber pendanaan yang membutuhkan dukungan pemerintah daerah maupun kerja sama lintas pihak.
Bupati Donggala menyambut positif inisiatif tersebut dan mengapresiasi kontribusi OMS yang telah memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Ia meminta Bappeda menindaklanjuti koordinasi dan menekankan pentingnya kolaborasi dalam kondisi efisiensi anggaran.
Ke depan, Forum Multi Pihak diharapkan menjadi ruang strategis yang memperkuat kemitraan, mempercepat pembangunan, dan menguatkan peran OMS dalam pembangunan daerah.